Keong Mengganas di Awal Tanam

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO KRJOGJA.com – Hama keong emas mengganas di Kabupaten Purworejo pada awal musim tanam kedua 2020. Petani memaksimalkan upaya pengendalian manual dengan memungut dan memusnahkan keong yang ditemukan di areal budidaya.

Petani di Desa Pundensari Kecamatan Purwodadi Sutirto mengatakan, pengendalian dilakukan secara kontinyu karena daya rusak keong emas yang cepat. “Kalau petani tidak rajin, satu hamparan sawah bisa habis dimakan keong dalam beberapa hari saja,” tuturnya kepada KRJOGJA.com, Senin (1/6).

Menurutnya, hama tersebut memang jadi langganan petani memasuki musim tanam. Populasi keong melonjak karena makanannya berupa tanaman padi muda banyak tersedia.

Petani hanya bisa melakukan pengendalian secara manual. Penyuluh pertanian, lanjutnya, pernah menyarankan petani untuk menggunakan obat pembasmi siput.

Namun, petani tidak menggunakannya karena efeknya bisa membahayakan. “Keong diberi obat pasti mati, repotnya cangkangnya yang tajam tidak hancur dan bisa melukai kaki petani. Meski pakai obat, kami tetap harus ambil cangkangnya, jadi daripada kerja dua kali, lebih baik tidak gunakan molustisida,” terangnya.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Purworejo Eko Anang mengemukakan, keong mas dilaporkan menyerang 83 hektare sawah antara lain di Kecamatan Purwodadi, Banyuurip, dan Ngombol. Serangan selalu terjadi pada awal musim tanam dan mereka ketika tanaman padi mulai dewasa.

Menurutnya, hama itu tidak sampai menggagalkan panen, namun tetap merepotkan karena bisa menyebabkan petani menanam ulang padi. “Saran kami buat kolam kecil di tepi sawah, di mana saat genangan surut kolam itu tetap terisi air dan keong pasti berkumpul. Jadi lebih mudah dibasmi,” tandasnya.(Jas)

Petani Kecamatan Purwodadi menanam padi. Foto : Jarot Sarwosambodo

BERITA REKOMENDASI