Kepala Desa Harus Mampu Hadirkan Nilai-nilai Pancasila

Maka dia minta kades mulai menyusun perencanaan program kerja. Apakah desa ada sumber air minumnya. “Kalau perlu akan diperjuangkan air minum desa atau yang berkaitan dengan air minum. Ada juga program sanitasi desa. Tetapi harus ada air untuk menggelontor,” ungkapnya.

Selain itu juga ada peluang proyek TPS3R (tempat pengelolaan sampah reuse, reduce, dan recycle) untuk ukuran desa membangun kebersihan. Juga ada Sanimas (sanitasi masyarakat). “Mulai tahun kemarin, juga ada proyek baru sanitasi pesantren,” jelasnya.

Direktur PSD, Ditjen PDP Kemendes PDTT Bito Wikantosa dalam acara itu mengingatkan bahwa kades adalah pemimpin desa dan kepala pemerintahan desa. “Saya sudah keliling ke 33 provinsi, yang menjadikan desa berhasil itu siapa. Kepala desa,” imbuhnya.

Terkait hal itu, kades harus mengetahui bagaimana memimpin desanya. Menurutnya, kades harus demokratis, kuat, maju, mandiri dan punya data serta program sendiri. “Kades harus jadi pionir pembaharuan. Tidak bisa hanya sebagai penonton. Tetapi Jadi pemimpin yang jadi penggerak pembangunan,” pintanya.

Mantan Bupati KH Hasyim Afandi menambahkan, sebelum mengambil kebijakan, segala sesuatu perlu dimusyawarahkan dulu. “Kades harus pakai perencanan, pelaksanaan dan kontrol. Sejalan dengan itu kades harus menyusun daftar skala prioritas. Tapi juga harus memajukan pendidikan dan kesejahteraan,” pungkasnya. (Bag)

BERITA REKOMENDASI