Kesejahteraan Guru Semakin Baik

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Tugas utama guru adalah menyiapkan generasi-generasi terpilih, cerdas dan maju. Para guru di Kota Magelang harus tetap memprioritaskan mengajar anak didik meskipun telah mendapatkan sertifikat. Demikian antara lain dikemukakan Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT di forum Konferensi Kota PGRI Magelang masa bakti XXII Tahun 2019 yang dilaksanakan di Pendopo Pengabdian rumah dinas Walikota Magelang, Selasa (26/11/2019).

Dikatakan Walikota Magelang, kesejahteraan guru semakin baik, pasca reformasi ini ada sertifikasi, banyak yang naik haji, tabungan utuh. "Tapi kalau sertifikasi cair, jangan lupa mengajar," kata Walikota Magelang.

Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang juga memperhatikan kesejahteraan guru honorer. Pemkot Magelang mengalokasikan anggaran mencapai Rp 3 miliar untuk membantu mereka. "Saya tetap berjuang. Dahulu ada guru yang gajinya Rp 400.000 hingga Rp 600.000, sekarang gaji sudah sesuai UMR," ungkapnya.

Komitmen Pemkot Magelang dalam memajukan pendidikan dibuktikan pula dengan program pendidikan gratis, bahkan seluruh siswa mendapatkan perlengkapan sekolah gratis. Ditegaskan, pendidikan gratis adalah kewajiiban negara, tanpa membedakan asal anak didik.

Ketua PGRI Jawa Tengah Dr H Muhdi SH MHum diantaranya mengatakan tidak lama lagi Indonesia akan memiliki bonus demografi yang memungkinkan Indonesia menjadi negara besar. Untuk mencapai tujuan itu maka harus memiliki SDM unggul. Hal itu bisa dicapai oleh generasi yang berkompeten dan berkarakter.

"Dunia industri sekarang mengeluhkan karakter tenaga kerja, tentang integritas, disiplin, mengambil keputusan, dan sebagainya. Ini tanggung jawab kita, ini bisa dicapai oleh guru yang kapabel dan sejahtera," kata Ketua PGRI Jawa Tengah.

Sementara itu Nurwiyono SN MPd di forum ini terpilih menjadi Ketua PGRI masa bakti XXII periode 2019-2024 menggantikan Sumartono SE MM. Sumartono sebelumnya menjelaskan Konferensi Kota XXII PGRI merupakan forum tertinggi organisasi yang agendanya mendengarkan laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti 2014-2019, menyusun program kerja dan memilih pengurus PGRI masa bakti 2019-2024.

Konferensi kali ini mengangkat tema Peran PGRI Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul untuk Indonesia Maju. Adapun program umum PGRI yang telah dilaksanakan antara lain peningkatan mutu profesi dan kesejahteraan anggota, peningkatan komunikasi, pemberian perlindungan anggota, peningkatan mutu organisasi dan kinerja pengurus serta rekruitmen anggota.

"PGRI adalah organisasi profesi, organisasi perjuangan dan organisasi ketenagakerjaan, yang tujuan utamanya untuk kepentingan guru, memajukan pendidikan, membangun dan mendorong pendidikan karakter," kata Sumartono. (Tha)

BERITA REKOMENDASI