Ketersedian Air Waduk di Kebumen Memprihatinkan

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN KRJOGJA.com – Ketersediaan air di dua waduk penyuplai air irigasi di Kebumen yaitu Waduk Sempor dan Wadaslintang hingga minggu keempat September 2018 memprihatinkan karena jauh di bawah kondisi normalnya.

" Padahal berdasarkan prakiraan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah awal musim penghujan di wilayah Kebumen baru terjadi pada dasarian II Oktober 2018 atau 10 Oktober hingga  20 Oktober 2018," ujar Kabid Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Supangat SSos, di ruang kerjanya,Kamis (27/09/2018).

Dengan stok air waduk yang minim dan awal musim penghujan yang terlambat, maka skenario pengaturan air waduk dan awal musim tanam I 2018/2019 mengalami perubahan.

" Rencana semula pengaliran air Waduk Sempor di tanggal 1 Oktober 2018, kemungkinan baru terealisasi pada 1 November 2018. Dan, pengaliran air Waduk Wadaslintang dilakukan dalam 3 tahap yaitu pada 1 Oktober, 16 Oktober dan 1 November 2018. Sedangkan awal musim tanam pun mundur dari 1 Oktober 2018 menjadi 1 November 2018," jelas Supangat tentang hasil rakor dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdatara) Jawa Tengah, Balai Pusdatara Progo Bogowonto dan Luk Ulo, BMKG Jawa Tengah, kelompok masyarakat pengguna air Kabupaten Kebumen dan Purworejo, pada Rabu (25/09/2018).

Adapun volume air Waduk Sempor hingga minggu keempat September 2018 hanya 6,622 juta meter kubik atau 20 % dari kondisi normalnya sebanyak 38,038 juta meter kubik.    Sedangkan elevasi/ketinggian airnya hanya 52,32 meter, padahal elevasi normalnya 172 meter.

Sedangkan volume air Waduk Wadaslintang kini hanya 194,013 juta meter kubik atau 50 % dari kondisi normalnya sebanyak 388,722 juta meter kubik. Sedangkan elevasinya 164,28 meter, jauh di bawah elevasi normalnya yaitu 185 meter. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI