Ketiga Kalinya, Pemkab Magelang Raih Proklim

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Pemkab Magelang melalui Dinas Lingkungan Hidup kembali meraih penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) untuk ke tiga kalinya secara berturut-turut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Mengingat masih dalam kondisi Pandemi Covid-19, maka penyerahan penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KLHK, Bambang Hendroyono secara online atau virtual.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin mengungkapkan sangat bangga atas diperolehnya penghargaan Proklim dalam kurun waktu tiga tahun secara berturut-turut. Ia meminta, melalui penghargaan Proklim tersebut bisa menjadi momentum serta memotivasi masyarakat atau desa dalam upaya pencegahan pemanasan global dan emisi gas rumah kaca.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Magelang kami mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya atas penghargaan Proklim ini. Saya berharap, penghargaan ini bisa terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya pemanasan secara global dan emisi gas rumah kaca,” ungkap, Zaenal usai menerima penghargaan Proklim secara online dari Rumah Dinas Bupati Magelang, Jumat (23/10/2020).

Menurutnya, saat ini perubahan iklim sudah terjadi secara luar biasa serta diikuti dengan berbagai prediksi yang kurang mengenakan. Terkait hal tersebut, maka harus segera dilakukan upaya mitigasi.

Sekretaris DLH Kabupaten Magelang, Joko Sudibyo menjelaskan, tahun 2020 Kabupaten Magelang kembali mendapatkan penghargaan Proklim. Dalam hal ini Bupati Magelang menjadi pembina di daerah.

Kemudian, lanjut Joko, Kabupaten Magelang mendapatkan penghargaan Proklim Utama yang diraih oleh, Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman. Dan juga mendapatkan tiga sertifikat Proklim Madya yang diraih oleh Desa Krincing Kecamatan Secang, Desa Tirto Kecamatan Grabag, dan Desa Ketangi Kecamatan Kaliangkrik.

Sementara, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KLHK, Bambang Hendroyono menjelaskan, penghargaan Proklim diberikan bagi daerah yang memiliki inisiatif, dedikasi dan diwujudkan dalam upaya secara nyata dalam pengendalian perubahan iklim.

“Contohnya seperti menanam, menghijaukan, memilah sampah, menghemat listrik dan air, tidak membakar sampah, tidak membakar hutan ataupun lahan serta meningkatkan ketahanan pangan dan bencana,” papar, Bambang.

Ia menambahkan, dibandingkan dengan permasalahan perubahan iklim secara global apa yang dilakukan ini tidak besar namun sepesial. Karena kegiatan ini (Proklim) memiliki daya ungkit dan daya angkat yang sangat kuat. (Bag)

BERITA REKOMENDASI