Ketika Milenials Merintis Digitalisasi Produk Unggulan Purworejo

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Promosi produk unggulan Kabupaten Purworejo dinilai masih kurang. Promosi produk unggulan belum terkoordinasi dengan baik. Setiap produsen masih menjalankan promosi secara swadaya. Beberapa anak muda Purworejo menginisiasi rintisan digitalisasi produk sebagai sarana promosi.

Inisiator digitalisasi, Rahmat Agung Riyandoko mengatakan, indikasi belum maksimalnya promosi dilihat dari jumlah dan jenis produk yang muncul di pasaran. "Coba sekarang lihat, ada berapa produk yang muncul dan namanya menggema. Masih sedikit, jauh dari potensi Purworejo sebenarnya," terang pemilik Alif Fotografi itu, kepada KRJOGJA.com, Kamis (24/1).

Pemkab Purworejo pernah membuat situs promosi Purworejo Mall pada tahun 2017. Namun, katanya, situs tersebut tidak berjalan dan belum berhasil mempromosikan produk-produk lokal. Promosi pemkab yang rutin antara lain mengikutkan pelaku UMKM dalam pameran produk di berbagai daerah.

Promosi produk, lanjutnya, masih dilakukan secara mandiri oleh masing-masing produsen. "Mereka promosi sendiri lewat akun media sosial masing-masing. Jadi, pelaku UMKM yang punya visi kekinian, mereka mampu menyesuaikan pasar dan berkembang," tuturnya.

Menurutnya, upaya promosi diawali dengan digitalisasi produk. Agung menerjunkan tim untuk merekam video dan memotret produk unggulan. Alif Fotografi mengambil data UMKM makanan peyek di Kemiri, Batik Dewa Loano, Kopi Seplawan Kaligesing, hingga kerajinan bambu Kalijambe Bener," ungkapnya.

Dikatakan, digitalisasi bukan untuk mencari keuntungan jangka pendek. Keuntungan, lanjutnya, akan dinikmati pelaku UMKM karena mereka memiliki materi untuk mempromosikan produk. "Selain itu, kami juga akan mempromosikan, bukan tingkat lokal, namun menyasar pasar luar Purworejo. Ini adalah bentuk idealisme millenials Purworejo," tegasnya.

Pemilik UMKM Kopi Seplawan Desa Donorejo Kecamatan Kaligesing, Sugiharto mengatakan, digitalisasi membuat materi promosi produk semakin beragam. "Saya juga buat sendiri, mempromosikan lewat akun Instagram. Tetapi inisiatif anak muda Purworejo ini sangat membantu kami, materi promosinya jadi semakin banyak," paparnya.

Materi baru Kopi Seplawan dibuat di objek wisata Gua Seplawan. Tim menyeting video dan foto dengan konsep bertema Sensasi 'Ngopi' di Dalam Gua Seplawan.  

Camat Kaligesing, Bagas Adi Karyanto menambahkan, Kaligesing punya beberapa produk unggulan lain selain Kambing Ras Kaligesing dan kopi, seperti madu tawon klanceng Desa Jelok, kerajinan limbah kayu Desa Donorejo, dan pakan ikan organik Desa Ngadirejo. "Mereka sudah berjalan, tetapi diakui promosinya masih sendiri-sendiri. Kami apresiasi anak muda Purworejo yang mau membantu promosi, dan harapannya tidak hanya Kopi Seplawan, tetapi bisa menjangkau seluruh UMKM unggulan," tandasnya.(Jas)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI