KH Said Agil Siraj Sebut Munculnya ‘Kerajaan’ Karena Masyarakat Stress

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRjogja.com –  Fenomena kemunculan 'kerajaan-kerajaan' baru di Indonesia disebabkan karena masyarakat dalam keadaan sakit atau stress dan ada rasa minder. Namun ada pula yang dari ormas yang sudah dibubarkan.

"  Fenomena ini terjadi karena masyarakat sedang stress, sakit ada rasa minder. Orang kalau terdzolimi mau melawan tidak bisa dan tidak ada jalan akhirnya mencari sesuatu yang bisa menyelamatkan, " kata Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj, di Temanggung, pada pelantikan PC NU Temanggung masa khidmah 2019-2024dan peresmian area Praktek KBIH Babussalam NU, Selasa (28/1).

Yaqub Mubaroq sebagai Rois Syuriah dan KH Muhammad Furqon sebagai Ketua Tanfidiyah PC NU Temanggung.

Sesuatu yang diharapkan menyelamatkan itu, diterangkannya, seperti menunggu imam mahdi, ratu adil, satria paningit, dan kini ada wujud 'kerajaan baru', yang tidak jarang bisa meninggalkan logika.

" Namun, yang jelas yang di Jawa Barat ada Sunda Empire itu jelas HTI," katanya.

Dia mengatakan khusus NU di Temanggung kedepan harus lebih baik dari kemarin. Harapannya NU harus menjadi kekuatan civil society yang efektif yang mampu memberikan keseimbangan. Sebab di negara ini ada sesuatu yang tidak seimbang yang membuat stress atau masyarakat sakit.

" Ini kan njomplang. Sebagian minoritas menguasai kekayaan yang luar biasa, mayoritas miskin mlarat terpinggirkan penyakitan, bodo-bodo," katanya.

Dikatakan NU tidak anti konglomerat tetapi konglomerat harus melakukan upaya pemerataan. Di Indonesia ada konglomerat hingga tingkat internasional, tetapi konglomerat harus menjadikan warga miskin menjadi mitra.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan kedatangan Ketua PBNU diharapkan dapat  memberikan semangat pada pengurus NU di Temanggung.
Harapannya pengurus baru bisa teruskan program NU yang sebelumnya dan menjadikan ormas ini menjadi lebih baik.

Dia mengatakan NU Temanggung selama ini telah menjadi  pusat gravitasi gerakan Islam di Jawa. Tandanya NU di Temanggung sebagai ormas tidak berhenti berbuat untuk kemasyarakatan, contohnya, penanaman pohon di lereng gunung Sumbing Perahu dan Sindoro. " NU terdepan dalam reboisasi, " katanya.

Sedangkan Muslimat, katanya sudah lakukan plesterisasi 600 rumah dan bersih bumi, sedangkan Lazis NU pelopor dalam droping Air bersih pada daerah kekeringan, sampai desa-desa terpencil dan senantiasa berikan bantuan anak yatim, disabilitas dan kaum terpinggirkan. " NU diharapkan makin maju dan manfaat bagi Temanggung," katanya. (Osy)
 
 

BERITA REKOMENDASI