Kiai Sepuh Purworejo Tuntut Penutupan Karaoke

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJogja.com – Para kiai sepuh di Kabupaten Purworejo kembali menggelar aksi, menuntut penutupan tempat usaha karaoke yang kini mulai merebak di Purworejo. Mereka mendatangi para wakil rakyat di gedung DPRD setempat.

Ini merupakan aksi kedua kalinya setelah sebelumnya bersama ratusan santri mendatangi rumah dinas bupati Purworejo. Namun karena upaya itu dianggap belum berhasil, kini mendatangi DPRD.

“Karaoke itu tempat maksiat, jika tidak ditutup kami akan bergerak dengan santri,” kata Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Daruttauhid Kedungsari Purworejo KH Thoifur Mawardi, Selasa (12/3).

Dianggap sebagai sarang kemaksiatan menurut KH Thoifur Mawardi, karena tempat karaoke itu juga menyediakan minuman keras (Miras), padahal di Purworejo sudah ada Perda yang melarang peredaran Miras hingga nol persen. Disamping pula bentuk kemaksiatan lainnya.

Para kiai dan pengasuh PP ini di terima Ketua DPRD Purworejo Luhur Pambudi ST MM beserta Wakil Ketua DPRD Kelik Susilo Ardani SE, berserta sejumlah anggota DPRD lainnya.

Dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo hadir Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Agung Wibowo AP, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Widyo Prayitno SH, Kepala Badan Pendapatan Penerimaan Kekayaan dan Aset Daerah (DP2KAD) Dra Woro Widyawati, serta sejumlah kepala bagian lainnya.

Sebenarnya menurut Luhur Pambudi, di Purworejo sudah ada perda larangan Miras, dan Perda Ketertiban Uumum (Tibum), dimana tempat hiburan sejenis apapun jika melanggar Perda itu juga dilarang beroperasi.(Nar)

 

BERITA REKOMENDASI