Kisah Cinta Sudana dan Manohara Buka WWW Borobudur

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Jika pentas wayang kulit pada umumnya mengambil kisah Ramayana dan Mahabarata, pada pembukaan World Wayang Way (WWW) Borobudur di Hotel Pondok Tingal, 6-7 November 2020 ada yang berbeda. Untuk pertama kalinya dipentaskan wayang kulit mengambil cerita dari salah satu relief di Candi Borobudur. Yakni kisah cinta Sudana dan Manohara, yang dibawakan oleh salah satu dalang asli dari Kabupaten Magelang, Ki Eko Sunyoto.

Selama hampir dua jam, pementasan wayang ini mampu menghipnotis pengunjung yang datang. “Ini pertama kali dipentaskan. Kami sengaja mengambil cerita kisah cinta Sudana dan Manohara dari relief Candi Borobudur. Selain untuk melestarikan budaya, tapi juga agar anak-anak muda semakin paham jika Candi Borobudur, sangat kaya akan ilmu pengetahuan,” kata Eko Sunyoto, sebelum pentas.

Ditambahkan Bambang Eko Prasetyo pemerhati budaya dan sejarah Candi Borobudur, bahwa cerita kisah cinta Sudana dan Manohara ini, hanya sebagian kecil dari cerita yang diambil dari relief candi. “Cerita ini diambil dari panel 1 hingga 20 dilantai 3 bagian dinding. Di Candi Borobudur, total ada 2672 relief, sebanyak 1212 relief dekoratif di lantai 2 dan 1460 relief naratif ada dilantai 1 hingga 6,” imbuhnya.

Pada World Wayang Way (WWW) Borobudur ini, merupakan festival wayang yang ketiga kalinya digelar. Untuk tahun ini, menyajikan berbagai ragam dan genre wayang nusantara yang dilakukan setiap tahunnya. “WWW Borobudur diadakan dengan tujuan untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali nilai – nilai budaya dari wayang yang dapat dijadikan laku dalam hidup. Pada tahun ini, WWW Borobudur diadakan selama dua hari dari 6-7 November 2020 di Hotel Pondok Tingal Borobudur,” lanjut Eko.

BERITA REKOMENDASI