KKN UMY Susun Peta Digital di Mranggen Magelang

MAGELANG, KRjogja.com – Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( KKN PPM UMY) menyusun peta digital Dusun Pagersari, Mranggen, Srumbung, Magelang. Kegiatan ini untuk mendukung dusun tersebut menuju desa wisata.

Menurut dosen pembimbing lapangan, Emil Adly ST MEng dari Jurusan Teknik Sipil UMY pembuatan peta digital menggunakan basis aplikasi CarryMap yang nantinya bisa diakses melalui adroid. CarryMap merupakan salah satu produk ARCGIS yang merupakan teknologi saat ini yang sedang berkembang penggunaannya baik oleh akademisi, militer, pemerintahan ataupun pebisnis di negara maju.

Selain itu ARCGIS mengakomodasi berbagai kebutuhan dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan. Dalam pembuatan peta spasial digital ini membutuhkan data setiap keluarga berupa informasi yang didapatkan dari Kartu Keluarga.

Proses selanjutnya adalah pengambilan titik koordinat di tiap-tiap rumah maupun fasilitas umum menggunakan alat Garmin sekaligus pengambilan foto eksisting yang melibatkan seluruh mahasiswa KKN. Kegiatan pengambilan data ini terbilang cukup mudah dan cepat karena didukung oleh pengetahuan mahasiswa dalam menggunakan alat, selain itu juga Dusun Pagersari masih terjangkau oleh layanan jaringan GPS. Data yang terkumpul selanjutnya di input di dalam Ms.Excel guna mempermudah pekerjaan.

Selanjutnya adalah penentuan lokasi peta dengan melihat deliniasi menggunakan aplikasi Google Maps untuk menentukan koordinat setelah itu dilakukan convert koordinat ke koordinat utm. Input dan pekerjaan peta spasial ARCGIS ini melibatkan mahasiswa Teknik Sipil yang secara keilmuan lebih paham dalam penggunaannya serta peran serta teman-teman dari Program Studi Ilmu Hukum, Ilmu Pemerintahan, Akuntansi, Hubungan Internasional, Agribisnis, Ekonomi Syariah, Ilmu Komunikasi.

Proses input dan pembuatan menggunakan ARCGIS dilakukan selama lebih kurang dua minggu mengingat kegiatan yang lain yang harus dikerjakan secara bersamaan. Data yang diinput ke dalam ARCGIS dan diconvert terdiri dari dua buah data yang nantinya yang akan dipegang oleh Kepala Dukuh berupa data dan informasi secara keseluruhan dan kepada masyarakat serta Desa berupa data yang dipilah karena bersifat rahasia dan bukan untuk diinformasikan.

Tampilan peta berupa spasial yang setiap wilayah RT dibedakan menjadi beberapa warna serta pengkodean rumah dan fasilitas umum.  Untuk dapat melihat peta, maka langkah awal harus mendownload terlebih dahulu aplikasi CarryMap tanpa berbayar yang ada di google store handphone android, selanjutnya download link http://bit.ly/38xVGzf (untuk masyarakat) setelah itu akan di-direct menggunakan aplikasi CarryMap.

Setelah peta terbuka maka akan muncul kode seperti rumah yang diberi nomer, mesjid & makam. Melihat database yang tersimpan cukup klik rumah yang diberi kode seperti nomer 7 yang ada di RT 1, lalu akan muncul gambar rumah beserta data pemiliknya.

Kepala Dukuh sebagai pemegang data keseluruhan mengucapkan ribuan terimakasih kepada tim yang telah membuat peta ini karena hal ini sangat membantu beliau dalam mempermudah pencarian data masyarakat. Karena dengan peta yang berisi database ini bisa dibawa-bawa karena tersimpan di handphone tanpa harus membuka dokumen berupa lembaran yang banyak. sedangkan masyarakat lainnya sangat mendukung program ini karena mensupport kemajuan dusun berbasiskan teknologi

“Perlu effort yang agak sedikit besar bagi Masayarakat dan Pemuda Dusun untuk mengupdate data di ARCGIS, namun tim telah membuatkan langkah-langkah bagaimana cara untuk mengupdate data lengkap dengan screenshoot gambar supaya mudah dipahami,” kata Emi Adly. Peta ini dikhususkan untuk android jadi sebaiknya hanya bisa di buka di handphone.

Program KKN PPM UMY ini sendiri dikoordinir oleh Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat (LP3M UMY). (*)

 

BERITA REKOMENDASI