Klaster Ziarah di Tlogobulu, 52 Warga Terkonfirmasi Covid-19

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sebanyak 52 warga Desa Tlogobulu Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diduga tertular virus usai pulang ziarah menjelang Ramadan.

Jubir Satgas Covid-19 Purworejo dr Tolkha Amaruddin Sp THT mengatakan, klaster itu muncul setelah sejumlah warga melaksanakan ziarah ke Magelang. “Begitu pulang ada yang ber gejala lalu diperiksa dan diswab, hasilnya terkonfirmasi Covid-19 dan ada yang meninggal dunia,” ujarnya, Jumat (30/04/2021).

Satgas kemudian melakukan penelusuran kontak erat dan ditemukan 73 orang. Mereka menjalani uji swab PCR dan hasilnya 53 terkonfirmasi. Tiga orang bergejala dan harus dirawat di rumah sakit, satu diantaranya meninggal dunia. Sebanyak 49 menjalani isolasi mandiri dengan gejala ringan.

Menurutnya, lonjakan kasus di Tlogobulu membuat status desa dinaikkan menjadi zona merah. “Sudah dilaporkan ke provinsi dan satgas instruksikan kepada desa untuk melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat secara ketat, juga mengaktifkan Jogo Tonggo,” ungkapnya.

Menurutnya, berdasar hasil uji, tingkat positivity rate mencapai 67 persen. “Adapun 90 persen pasien terkonfirmasi, memiliki gejala,” katanya.

Kepala Desa Tlogobulu Faisal Hidayat menuturkan, ziarah sebagai pemicu klaster Covid-19 di desanya. Menjelang puasa, katanya, terdata 25 warga berangkat ziarah ke Magelang.

Kemudian gelombang kedua, enam warga berangkat ziarah ke tujuan yang sama. “Sepulang ziarah, ada beberapa yang menunjukkan gejala dan ada yang diperiksa, ternyata positif. Satu warga meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit,” tuturnya.

Dinkes bersama pihak desa melakukan penelusuran kontak dan melakukan uji PCR. Pasien positif paling banyak terdapat di RT 01 RW 02 Dusun Krajan.

Kendati demikian, kata Faisal, desa tidak melakukan lockdown total. “Kami tetap melakukan pengetatan aktivitas masyarakat, semua yang keluar dan masuk desa didata. Kalau lockdown total, kami tidak akan mampu mencukupi kebutuhan warga,” terangnya.

Terpisah, Camat Kaligesing Hariyono menambahkan, lockdown di Tlogobulu dilaksanakan selama 14 hari. Pemerintah desa mencukupi kebutuhan logistik warga yang isolasi selama tujuh hari. “Tujuh hari berikutnya akan kami usulkan ke Dinas Sosial dan PMI Purworejo,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI