‘Kolor Ijo’ Cabul di Desa Kroyo Diamankan Polisi

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Polres Purworejo mengungkap aksi pencurian pakaian dalam wanita dan pencabulan yang terjadi di Desa Kroyo, Kecamatan Gebang. Pelaku berinisial Trs (28) dan Roh (30), di hadapan polisi mengakui telah mencabuli masing-masing satu anak gadis yang masih tetangganya mereka di Desa Kroyo.

KBO Reskrim Polres Purworejo Iptu Khusen Martono mewakili Kapolres AKBP Rizal Marito SH SIK MSi mengatakan, ada dua orang yang melaporkan terjadinya pencabulan yang diduga dilakukan para tersangka. “Satu orang tua gadis berumur enam tahun dan satunya sebelas tahun,” katanya, Sabtu (10/04/2021).

Menurutnya, kedua tersangka beraksi secara terpisah. Namun, lanjutnya, ada kesamaan perilaku yakni mengamati calon korbannya sebelum mereka beraksi. Mereka menunggu orang tua korban keluar ke musala untuk salat subuh, lalu mengendap-endap masuk ke dalam rumah sasaran.

Aksi keduanya pernah viral pada tahun 2019 dengan sebutan ‘Kolor Ijo’. Namun ketika itu, katanya, polisi kesulitan menindaklanjuti karena tidak ada korban yang melakukan pelaporan. Warga yang resah dengan aksi pencurian pakaian dalam dan pencabulan, kemudian melakukan ronda.

Kegiatan siskamling membuahkan hasil ketika para pemuda menangkap Trs saat hendak beraksi pada Minggu (4/4) dinihari. “Tersangka diserahkan kepada kami, lalu didalami, ternyata ada keterlibatan Roh dalam perkara yang meresahkan warga itu. Kemudian disusul adanya laporan kerabat korban pencabulan,” ucapnya.

Polisi disaksikan warga juga melakukan penggeledahan di rumah Trs dan menemukan ratusan helai pakaian dalam wanita, pakaian tidur, selimut, serta sprei. Trs mengaku pakaian itu diperoleh dengan cara mencuri.

Penyidik akan menjerat para tersangka dengan Pasal 76 E jo pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak. Keduanya terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.

Sementara itu, tersangka Trs mengatakan aksinya dilakukan karena dirinya tidak dapat mengendalikan nafsu. Selain mencuri, Trs juga mengaku melakukan tindakan cabul terhadap sejumlah perempuan tetangganya. “Saya melakukan perbuatan itu karena melampiaskan nafsu, sekarang saya kapok,” ucapnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI