Komunitas Spedagi-Mata Air ‘Sulap’ Tempat Sampah Menjadi Taman Bermain

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Berkolaborasi dengan komunitas Spedagi dan Mata Air, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melakukan pendampingan pendirian Pasar Papringan Ngadirono. Selanjutnya, membangun taman bermain sebagai bentuk komitmen mengembangkan pariwisata di Indonesia.

Komisaris PT BCA Cyrillus Harinowo menilai Taman Bermain Ngadiprono tersebut dirancang secara khusus sebagai wadah aktivitas sosial lintas generasi di Desa Ngadimulyo, dan merupakan kelanjutan dari pengembangan Pasar Papringan Ngadiprono.

"Kami percaya setiap desa memiliki potensi-potensi positif yang dapat dikembangkan sesuai kearifan lokalnya masing-masing. Kami berharap dukungan aktif BCA terhadap pengembangan Pasar Papringan Ngadiprono dan juga Taman Bermain Ngadiprono ini dapat menjadi lokomotif pendorong bagi desa-desa lainnya untuk berbenah menggali dan membuktikan kualitas-kualitas terbaiknya," ungkap Cyrillus di Desa Ngadimulyo, Temanggung belum lama ini. Ikut hadir Direktur Spedagi Singgih Susilo Kartono, dan Ketua Komunitas Mata Air Imam Abdul Rofiq.

Cyilllus saat didampingi Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati, Vice President CSR BCA Sapto Racmadi dan Kepala Desa Ngadimuljo Muh Amin menjelaskan Dukungan BCA terhadap pengembangan Komunitas Pasar Papringan telah berlangsung sejak tahun 2016 berawal dari partisipasi dalam penyelenggaraan The 2nd International Conference on Village Revitalization, yang berlanjut dengan pendampingan pendirian Pasar Papringan Ngadiprono.

"Semoga pembangunan Taman Bermain Ngadiprono ini dapat bermanfaat menjadi wadah interaksi antar warga Desa Ngadimulyo yang memungkinkan pewarisan keterampilan dan kearifan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya," tandasnya.

Ketua Komunitas Mata Air Imam Abdul Rofiq menjelaskan awalnya taman bermain ini merupakan tempat pembuangan sampah. Berawal dari keinginan membuat lahan terbuka yang bisa dijadikan tempat bermain, akhirnya terealisasi.

"Pembangunan taman didesain oleh arsitek dari Thailand dan sempat menginap selama tiga bulan di Desa Ngadimulnya. Kami ingin menghadirkan suasana kenangan di zaman anak-anak dimana dunianya adalah bermain," tandasnya. (Tom)

BERITA REKOMENDASI