Konsultasi Regional Momentum Jalankan RPJMN

MAGELANG, KRJOGJA.com – Tahun ini merupakan tahun pertama dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menjadi tahap awal pencapaian target menuju Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong.

Sehubungan dengan hal itu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimuljono, yang diwakili Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Prof Anita Firmanti saat membuka Konsultasi Regional (Konreg) Kementerian PUPR TA 2020 Grand Artos Hotel & Convention Magelang, Rabu (12/2/2020) malam mengatakan Konreg tahun ini merupakan momentum penting dalam menjalankan amanat RPJMN yang ada dalam Perpres Nomor 18 Tahun 2020.

Perpres tersebut juga mengatur mengenai program  pembangunan infrastruktur PUPR tahun 2021 yang mendukung konsolidasi seluruh pemangku kepentingan. “Kementerian PUPR mendukung upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur dengan pendekatan teknokratik dan kewilayahan,” katanya.

Dia juga berharap program yang disusun untuk kawasan Pulau Jawa itu dapat mengedepankan prinsip-prinsip good governance. Dikatakan, bahwa dalam satu tahun anggaran Kementerian PUPR akan melaksanakan tiga hal, yakni mempertanggungjawabkan yang sudah dikerjakan tahun lalu, melaksanakan tugas yang harus dikerjakan tahun ini, dan memprogramkan pekerjaan untuk tahun depan.

Berdasarkan RPJMN 2020-2024, kegiatan PUPR dikelompokkan ke dalam dua agenda pembangunan, yaitu pertama, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan kawasan strategis seperti kawasan pertanian, perikanan, perkebunan dan pertambangan sebagai pusat produksi.

“Kita juga tetap mendorong Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) sebagai pusat pengembangan jasa pariwisata dengan Lima Destinasi Super Prioritas, yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado-Likupang,” tambahnya.

Kemudian yang kedua, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Hal itu dilakukan dengan beberapa program seperti meningkatkan akses masyarakat secara bertahap terhadap perumahan dan permukiman layak dan aman yang terjangkau untuk mewujudkan kota yang inklusif dan layak huni target 2024 sebesar 70 persen.

Selain itu Kementerian PUPR harus mengantisipasi beberapa tantangan pembangunan infrastruktur ke depan, seperti pertumbuhan perkotaan Asia yang sangat cepat, perbaikan dan peningkatan kualitas lingkungan, penerapan teknologi serta pemanfaatan informasi dan komunikasi, serta Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

“Kementerian PUPR memegang peranan strategis dalam mewujudkan Pembangunan IKN. Pembangunan IKN mengusung konsep Capital City in The Forest dengan pendekatan visi Ibu Kota sebagai Katalis Peningkatan Peradaban Manusia Indonesia,” jelasnya.

Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR Hadi Sucahyono menambahkan arah kebijakan pembangunan wilayah yang tertuang di RPJMN 2020-2024 untuk wilayah Jawa antara lain memantapkan peran sebagai pusat ekonomi modern dan bersaing di tingkat global dan pengembangan destinasi pariwisata berbasis alam, budaya, dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition).

Program arahan prioritas tahun anggaran 2021 beberapa diantaranya adalah pengendalian banjir Kali Cipinang, Kali Buaran, Kali Jatikramat, Kali Cakung (DKI Jakarta), dukungan terhadap pembangunan akses menuju Bandara Kertajati dan Pelabuhan Patimban, Tol Bandung Intra UrbanToll Road (Jawa Barat), pembangunan IPAL Jatibarang (Jawa Tengah), pembangunan Sabo Dam Kali Opak, Sleman (DIY), dan penyediaan Rumah Khusus Nelayan di Pantai Prigi Kab. Trenggalek (Jawa Timur), dan Pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang (Banten). (Tha)

BERITA REKOMENDASI