Kopi Kebumen Terpilih Ikuti Program IBT Kemenristekdikti

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN (KRjogja.com) – Setelah melewati seleksi tertulis, wawancara dan penyusunan proposal, akhirnya usaha pengelolaan kopi bambu Kebumen berhasil terpilih sebagai peserta Program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi  (Kemenristekdikti) mewakili Provinsi Jawa Tengah.

"Usaha pengolahan kopi bambu bergaya Kebumen tersebut adalah milik Yuri Dulloh, warga Desa Pucangan Kecamatan Ambal Kebumen," ujar  Kepala badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPPD)  Kebumen, Djoenedi Fatoerachman MSc, di ruang kerjanya, Jum'at  (10/06/2017).

Dijelaskan, Program IBT Kemenristekdikti adalah program penggemblengan terhadap para pebisnis pemula yang menggunakan teknologi hasil inovasinya. Penggemblengan dilakukan selama satu tahun dan peserta mendapatkan modal usaha dari APBN 2017 sebesar Rp 349,484 juta.

"Program ini bertujuan agar usaha milik pebisnis pemula tersebut bisa berkembang menjadi usaha berskala besar dan memberi nilai tambah bagi ekonomi masyarakat," papar Djoenedi.

Terpilihnya usaha milik Yuri Dulloh tersebut menurut Djoenedi karena dinilai memenuhi kriteria Panitia, yaitu sebuah usaha yang didukung perangkat hasil inovasi sendiri. Perangkat inovasi Yuri tersebut adalah peracik kopi yang terbuat dari bambu dan terpilih sebagai pemenang utama Lomba Krenova 2016 Jawa Tengah.

Saat ditemui di rumahnya, Yuri Dulloh mengatakan bahwa dirinya bertekad akan sekuat tenaga mengemban amanah Kemenristekdikti tersebut. Keberhasilannya nantinya diharapkan bisa berdampak positip bagi para  petani kopi di Kebumen.

"Selain pelatihan dan mengaplikasikan semua materi pelatihan, peserta program ini juga harus siap untuk diikutkan dalam ajang bisnis dan pameran di dalam dan luar negeri dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Mei 2018," jelas Yuri.(Dwi)

 

BERITA REKOMENDASI