Korupsi Dana Bansos, Mantan PNS Kembali Masuk Bui

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Setelah sempat menghirup udara bebas karena kasus korupsi, seorang mantan PNS di lingkungan Pemkab Purworejo, AAS (52) warga Desa Tamansari Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo kini kembali dijebloskan di ruang tahanan Mapolres Purworejo. Kali ini tersangka terlibat kasus Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenora) RI sebesr Rp 350.000.000. Kasus mark up anggaran ini dilakukan tersangka ketika masih berstatus sebagai PNS.

“Kasus yang menjerat tersangka ini dilakukan pada saat yang bersangkutan masih sebagai PNS,” kata Kapolres Purworejo Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong SH SIK MM melalui Kasatreskrim AKP Ario Seto Liestyawan SH, Selasa (03/12/2019).

Dijelaskan, kasus yang juga melibatkan PPK Kemenpora Ny HN (62) ini bermula saat AAS selaku ketua pengelola Gedung Sentra Pemuda Kecamatan Butuh tahun 2012, mengajukan proposal kegiatan untuk sarana dan prasarana (Sarpras) kepemudaan kepada Kemenpora RI dan turun dana Bansos sebesar Rp 350.000.000 yang langsung masuk ke rekening pengelola Gedung Sentra Pemuda.

Namun dalam pelaksanaan pembelanjaan dana itu dilakukan sendiri oleh AAS selaku Ketua Pengelola Sentra Pemuda dan tidak melibatkan pengurus lainnya. “Setelah dana dibelanjakan, kegiatan kepemudaan tidak dilaksanakan alias mangkrak, bahkan barang-barang yang dibeli menggunakan dana Bansos telah dijual tersangka, dan hasilnya  digunakan untuk kepentingan pribadi,” katanya.

Disamping itu pembuatan SPJ juga tidak sesuai dengan nilai dan jumlah barang. “Ada barang yang tidak dibeli namun di SPJ dibuat ada. Kwitansi dipalsukan,” tandasnya.

Dari hasil pemeriksaan, sebagian dana Bansos itu digunakan untuk kepentingan pribadi, diantaranya ada yang digunakan untuk membayar angsuran kredit pribadi. Sedang barang bukti (BB) yang berhasil disita polisi diantaranya sejumlah alat musik berupa gitar, drum dan lainnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI