Kosmetik Ilegal dengan Zat Berbahaya, Bukannya Cantik, Malah Sebaliknya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kaum perempuan Kabupaten Purworejo diimbau mewaspadai peredaran kosmetika ilegal. Sarana kecantikan yang beredar tana izin resmi dikhawatirkan mengandung zat berbahaya. 

Apabila digunakan, bukannya kecantikan yang didapat, namun efek buruk bagi tubuh penggunanya. "Bahayanya, efek buruk itu bisa berlangsung dalam jangka panjang," kata praktisi kecantikan dan pengusaha bidang kesehatan, drg Linni Fitria Sp KGA, usai mengisi Beauty Class di Hotel Plaza Purworejo, Senin (22/7/2019). 

Menurutnya, ada beberapa jenis kandungan bahan berbahaya yang kerap ditemukan pada kosmetik ilegal, seperti merkuri, timbal dan hidrokinon. Bahan-bahan tersebut dilarang penggunaannya karena berdampak buruk bagi kesehatan. 

Misalnya, kata Linni, bahan merkuri. Logam berat itu mampu meresap ke dalam tubuh lewat pori-pori kulit. Merkuri menyebabkan iritasi, alergi, bercak hitam hingga diare. Bahkan penggunaan terus menerus dapat menyebabkan kerusakan ginjal. 

Bahan-bahan berbahaya itu, lanjutnya, biasanya ditemukan pada produk pencerah kulit. Perempuan tidak boleh sembarangan membeli kosmetik ilegal. "Pemanfaatan kosmetik itu bukan sekedar kecantikan, tapi juga untuk kesehatan. Tidak sedikit perempuan yang masih meremehkan urusan kecantikan," tuturnya. 

Ada kalangan perempuan, katanya, yang memilih cara instan untuk tampil cantik. "Yang penting cepat terlihat cantik, tanpa disadari ada bahan kimia berbahaya dalam kosmetik yang dipakai," ucapnya. 

Linni menjelaskan, perempuan harus jeli ketika membeli kosmetik, sehingga mendapat produk yang aman. Perhatikan jaminan halal, lolos atau memiliki sertifikat BPOM, bahan atau proses pembuatannya tidak membahayakan hewan atau cruelty free, dan tidak pengandung paraben atau pengawet kimia berbahaya. "Segala jaminan kesehatan itu ada dalam produk keluaran Shannen," ujarnya. 

Master Stockist Shannen Jawa Tengah Nuni Wuryani mengemukakan, kelas kecantikan tidak hanya untuk meningkatkan penjualan produk-produk Shannen. Lebih dari itu, katanya, kelas itu menjadi sarana edukasi kecantikan bagi perempuan Purworejo. "Tidak hanya bagi member, masyarakat umum juga ada yang jadi peserta. Tujuan kami mereka bisa lebh cermat memilih kosmetik yang aman. Jangan sampai salah pilih, niatnya ingin tampil cantik, hasilnya malah sebaliknya," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI