Kostrad Siap Tanggung Jawab Musibah Tank Terperosok di Bogowonto

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRJOGJA.com) – Tank angkut M113A1 milik Batalyon Mekanis (Yonmek) 412 Bharata Eka Sakti (BES) Purworejo terperosok masuk Sungai Bogowonto dan tenggelam, Sabtu (10/3) pukul 10.15. Kendaraan itu tengah mengangkut 17 siswa dan guru PAUD yang sedang kegiatan outbound, serta lima anggota batalyon. Dua penumpang kendaraan lapis baja itu tewas tenggelam.

Korban meninggal dunia terdiri atas Pratu Randi Suryadi asal Sumedang Jawa Barat dan Kepala Kelompok Bermain (KB) Ananda Purworejo Iswandari (51) warga Guron Sindurjan Purworejo.  "Yang meninggal anggota TNI dan Iswandari tetangga kami," kata Kepala lingkungan Kampung Guron, Rusidah (40).

Peristiwa terjadi ketika puluhan pelajar PAUD Ananda Purworejo, TKMasyitoh 3 Purworejo, TK Siwi Purworejo, PAUD Lestari dan PAUD Handayani Purworejo mengikuti kegiatan outbound di Yonmek 412 BES. Mereka mengikuti kegiatan simulasi naik helikopter dan pengenalan kendaraan tempur jenis tank yang dimiliki batalyon. Peserta outbound naik tank keliling markas batalyon hingga ke tepi sungai.

Baca Juga: 
Tank Angkut Siswa PAUD Terguling di Bogowonto, Dua Orang Tewas

Tragis..Selamatkan Siswa PAUD dari Arus Bogowonto, Pratu Randi Meninggal

UIN Resmi Cabut Larangan Mahasiswi Bercadar

Pengenalan sekaligus mencoba naik kendaraan angkut pasukan itu dilakukan di hamparan pasir berbatu di tepi Sungai Bogowonto. "Posisi saya saat kejadian agak jauh, tapi tahu kalau kegiatan di tepi sungai adalah pengenalan dan naik tank, tahu ada kecelakaan dikabari anggota TNI," ucap guru TK Masyitoh 3 Purworejo, Vesmi.

Vesmi mengakui, ia dan anak-anaknya juga naik tank sejenis. "Pengenalan tank ada beberapa gelombang, TK kami gelombang pertama dan berjalan aman, sedangkan korban naik gelombang dua," katanya.

Selain dua korban meninggal dunia, empat korban terdiri atas Kholifah Zaki (6) pelajar TK Masyitoh, Nabhan Dzulfadli (4) PAUD Ananda, Anindia Fauziah (3) dan Endah Purwaningsih (55) pengasuh PAUD Ananda terluka dan masih dirawat di RSUD Dr Tjitrowardoyo Purworejo. Sedangkan, kendaraan tempur yang tenggelam berhasil dievakuasi.

Sementara itu, Kepala Penerangan Kostrad Letkol Inf Putra Widyawinaya mengemukakan, kecelakaan terjadi ketika kendaraan tempur yang dinaiki siswa dan guru berputar di daratan tepi sungai. Diduga tanah tempat kendaraan melintas tidak kokoh sehingga kendaraan miring dan terperosok masuk sungai.

Sebagian penumpang yang berada di atas tank masuk sungai dan hanyut. "Dua korban meninggal dunia dalam kejadian itu," ujar Letkol Putra dalam rilis yang diterima KRJOGJA.com.

Menurutnya, Kostrad akan bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut. Pihak Kostrad akan mengusut tuntas dengan mengeluarkan tim investigasi agar kejadian serupa tidak terulang. "Kami sampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban," tandasnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI