KPU Boyolali Siapkan TPS Khusus

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Antisipasi kebencanaan Merapi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali siapkan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus yang memang bisa diadakan untuk proses pemungutan suara di wilayah bencana. Koordinasi terus dilakukan sebagai antisipasi pemilih yang dievakuasi saat pemungutan suara.

Ketua KPU Boyolali, Ali Fachrudin, Kamis (27/12/2018) menjelaskan, koordinasi dilakukan dengan instansi terkait yang melakukan penanganan kebencanaan dan evakuasi, misal dengan BPBD, untuk memetakan wilayah domisili pemilih yang terdampak bencana Merapi. Pemetaan dilakukan sebagai antisipasi, misal dalam skenario terburuk, saat waktu pemungutan suara pada April 2019 nanti, pemilih mesti dievakuasi karena wilayahnya terdampak kebencanaan Merapi yang aktivitas vulkanisnya mulai meningkat beberapa waktu terakhir ini sehingga proses pemungutan suara pun mesti dilakukan di TPS khusus di lokasi evakuasi.

"Misal yang paling rawan saat ini di wilayah Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, yang lokasi evakuasinyakemungkinan ada di wilayah Magelang. Maka kita juga berkoordinasi lintas wilayah dengan KPU Magelang," terangnya.

Peningkatan koordinasi rutin diperlukan untuk antisipasi pergeseran pemilih bila terjadi evakuasi. Ali menegaskan, hal itu diperlukan untuk menjamin pemilih bisa menyalurkan hak politiknya dalam pemilu. "Koordinasi di lapangan terus dilakukan, sebab Daftar Pemiih Tetap (DPT) harus aman," tegasnya.

Sementara terkait kesiapan KPU Boyolali dalam penyelenggaraan Pemilu nanti, sebagian besar sudah kelar. Untuk logistik, anjut Ali, yang saat ini sudah datang yakni kotak suara sebanyak 15.154 buah, bilik suara sebanyak 12.756 bilik suara dari aumunium yang merupakan sisa logistik lama serta 480 bilik suara baru berbahan karton, tinta serta sampul.

Untuk jumlah TPS di Boyolali sebanyak 3.189 TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 810.977 pemilih. "Untuk Pemilu nanti, logistik sudah 90 persen," jelasnya. (Gal)

BERITA REKOMENDASI