KPU Purworejo Didik Pemilih Secara Kontinyu

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Komisi Pemilihan Umu (KPU) Kabupaten Purworejo melaksanakan pendidikan pemilih secara kontinyu. Upaya itu dilakukan untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang proses demokrasi lima tahunan, mulai pemilu legislatif, pilpres, pilkada gubernur, dan bupati/walikota.

Ketua KPU Kabupaten Purworejo Dulrokhim mengatakan, sosialisasi tetap dilakukan meski momentum pelaksanaan pemilihan umum masih jauh. “Masyarakat terus kami ingatkan akan pentingnya demokrasi bagi kehidupan bernegara. Tujuan utamanya adalah peningkatan partisipasi pemilih dan kualitas pemilu,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Minggu (31/10).

Menurutnya, demokrasi berarti penting demi menjamin terpenuhinya hak dasar masyarakat, mewujudkan kesetaraan setiap warga negara, pemenuhan kebutuhan umum, pembaruan kebijakan sosial, kebebasan rakyat menyampaikan pendapat, dan menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab. Adapun pemilu, lanjutnya, dibutuhkan untuk mempertahankan kedaulatan rakyat dan tegaknya negara, terjaminnya pergantian kepemimpinan secara reguler dan damai, memberi kesempatan setiap warga negara untuk menggunakan hak pilihnya, serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan sosialisasi, katanya, sempat terkendala pandemi. Namun seiring terkendalinya pandemi, KPU Purworejo mulai menyelenggarakan sosialisasi tatap muka terbatas dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Dikatakan, kegiatan terbaru dilaksanakan di Desa Kebon Gunung Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo dengan peserta 30 perwakilan warga. Sebelumnya, KPU Purworejo juga menyelenggarakan sosialisasi serupa di Desa Rendeng Kecamatan Gebang, Sidomulyo Purworejo, Kelurahan Kutoarjo, Keponggok Purwodadi, dan Pamriyan Pituruh. Sosialisasi menghadirkan Ketua KPU Purworejo Dulrokhim, Anggota KPU Purworejo Akmaliyah dan Widya Astuti.

Anggota KPU Purworejo Akmaliyah menambahkan, peningkatan kualitas pemilu yang menjadi fokus dalam sosialisasi antara lain mengajak masyarakat lebih cakap memfilter informasi dan menghindari politik uang. “Sebetulnya masyarakat sudah paham dengan pemilu, namun tetap diingatkan untuk senantiasa meningkatkan partisipasi dan kualitasnya. Kesadaran politik masyarakat agar menjadi pemilih yang berdaulat harus terus dibangun,” tegasnya.

Terpisah, Kades Kebon Gunung Fatah Kusumo Handogo mengemukakan, sosialisasi dan edukasi yang diselenggarakan dalam jangka panjang dan jauh hari sebelum pelaksanaan pemilu, dapat mematangkan kedewasaan pemilih. Fatah berharap kegiatan sosialisasi dengan sasaran masyarakat di desa dapat dilaksanakan KPU Purworejo secara kontinyu. “Harapannya kualitas pemilu yang akan datang akan meningkat,” tandasnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI