Kriminalitas di Magelang Tahun 2019 Turun 13,5 Persen

Editor: KRjogja/Gus

MAGELANG, KRJOGJA.com – Kejahatan atau kriminalitas di wilayah hukum Polres Magelang di tahun 2019 mengalami penurunan 62 kasus atau sekitar 13,5 persen dibanding tahun 2018. Di tahun 2018 lalu tercatat 458 kasus, tahun 2019 396 kasus.

Demikian antara lain dikemukakan Kapolres Magelang AKBP Pungky Bhuana Santoso SIK SH MSi kepada wartawan saat memberikan rilis akhir tahun 2019 Polres Magelang di aula Polres Magelang, Selasa (31/12/2019). Didampingi Waka Polres Magelang Kompol Eko Mardiyanto SH, Kapolres Magelang menambahkan pelanggaran hukum atau tindak pidana ringan (tipiring) di tahun 2019 juga mengalami penurunan dibanding tahun 2018 lalu. Tahun 2018 lalu tercatat 200 kasus, di tahun 2019 tercatat 93 kasus atau turun 107 kasus (53,5 persen).

Di forum yang dihadiri para Kabag, Kasat dan Kapolsek di jajaran Polres Magelang, Kapolres Magelang juga mengatakan gangguan terhadap ketenteraman atau ketertiban juga mengalami penurunan 5 kejadian (4,3 persen). Tahun 2018 lalu tercatat 117 kejadian, tahun 2019 tercatat 112 kejadian.

Diantara kejahatan yang terjadi, lanjut Kapolres Magelang, kejahatan konvensional atau kejahatan yang menonjol di tahun 2019, currat dan narkoba mengalami peningkatan. Kasus currat meningkat 37,7 persen dari 69 di tahun 2018 menjadi 95 di tahun 2019.

Menurut Kapolres Magelang, ini merupakan angka yang fantastis. Kejadian ini kemungkinan bisa terjadi di jalan raya. Para Kapolsek di jajaran Polres Magelang diharapkan dapat menggalang atau membina serta memperbanyak jaringan agar dapat mendeteksi kemungkinan akan terjadinya kerawanan, sehingga dapat melakukan pencegahan terlebih dahulu terjadi suatu tindak pidana.

Demikian juga dalam kasus narkoba. Narkoba tidak hanya psikotropika, narkotika maupun ganja yang beredar, tetapi juga pil koplo dan ini lebih rawan. Dengan uang yang relatif lebih sedikit, dapat memperoleh pil koplo. Beberapa hari lalu Polres Magelang berhasil melakukan penyitaan sekitar 14 ribu butir pil selama tahun 2019.

Kapolres Magelang juga mengatakan bunuh diri di wilayah hukum Polres Magelang juga terjadi peningkatan. Tahun 2018 lalu tercatat 16 kejadian, dan di tahun 2019 tercatat 20 kejadian, atau mengalami kenaikan sekitar 25 persen. Dalam perkara ini tidak dapat berdiri sendiri karena sangat kompleks penyebabnya, mungkin disebabkan faktor ekonomi, pendidikan maupun lainnya. Hal ini mungkin bisa menjadi saran-masukan bagi para Kapolsek, agar Bhabinkamtibmas dapat lebih aktif turun ke lapangan melakukan koordinasi dengan kepala desa untuk dapat lebih memberikan kegiatan-kegiatan yang banyak kepada masyarakat, sehingga kemungkinan untuk melakukan bunuh diri menjadi lebih kecil. "Syukur-syukur dapat lebih diturunkan di tahun 2020," katanya. (Tha)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI