Kulonprogo – Purworejo Selesaikan Polemik Perbatasan

KULONPROGO, KRJOGJA.com – Polemik perbatasan Kabupaten Kulonprogo Yogyakarta dengan Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, berhasil diselesaikan. Pemerintah dan masyarakat dua kabupaten, menandatangani perjanjian kerjasama, pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) Progorejo dan
membacakan ikrar perdamaian di wisata mangrove Jembatan Api-api Desa Jangkaran Temon Kulonprogo, Selasa (19/09/2017).

Kerjasama dilakukan antara Pemdes Jangkaran dengan Pemdes Jogoboyo dan Karanganyar Purwodadi Purworejo, serta Kelompok Mangrove Pantai Pasir Kadilangu, Jembatan Api-api, Maju Lestari dan Wanatirta dengan perwakilan desa di Purworejo. Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo dan Bupati Purworejo Agus Bastian juga menandatangani nota pembentukan sekber. Setelah kerjasama, masyarakat dua kabupaten akan saling dukung dalam usaha meningkatkan kesejahteraan dengan memanfaatkan potensi setempat.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan, persoalan perbatasan dua kabupaten termasuk sederhana mengingat masih dalam kerangka NKRI. Seluruh infrastruktur dan pembangunan dibiayai negara. "Saya kira kalau masih eyel-eyelan, itu juga kurang adil dan di sini pentingnya wawasan kebangsaan, bahwa sesama anak bangsa harus bersatu," tegasnya kepada KRJOGJA.com.

Bupati mengingatkan masih ada persoalan perbatasan yang belum dibahas. Namun Agus meyakini persoalan dapat diselesaikan dengan baik sepanjang para pihak mengedepankan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menambahkan, kesepakatan itu dihasilkan setelah proses panjang setelah pemerintah dan masyarakat dua kabupaten bertemu. "Kami saling silaturahmi, berkomunikasi tentang persoalan perbatasan, kemudian Purworejo usul penyelesaian dengan membentuk sekber dan membuat perjanjian kerjasama," tutur Hasto Wardoyo.

Menurutnya, pemerintah dan tokoh masyarakat melakukan pendekatan kepada kelompok masyarakat di Jangkaran. Pemerintah menyatakan komitmennya untuk duduk bersama menyelesaikan persoalan yang mulai mengemuka tahun 2016 itu. Empat kelompok pengelola wisata mangrove di Pasir Mendit dan Pasir Kadilangu sepakat untuk menyelesaikan persoalan dengan sebaik-baiknya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI