Kuwalitas Sumber Air Bersih Menurun, Perlu Langkah Konkrit Semua Pihak

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sumber air merupakan kekayaan alam mutlak dibutuhkan. Hanya saja, saat ini permasalahan utama yang dihadapi, adalah sumber daya air yang dibutuhkan untuk keperluan yang digunakan semakin menurun.

“Saat ini, kualitas air domestik menurun, sehingga tidak dapat digunakan sebagai sumber air minum yang sehat. Jadi perlu ada upaya konkrit, terpadu dari semua pihak,” kata Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP dalam sambutan dibacakan Sekda, H Edi Waryanto, pada tasyakuran dan buka bersama dengan desa penerima program dari BBWS Serayu Opak di Grand Artos Magelang, Jumat (30/04/2021).

Menurut Bupati, rendahnya kualitas air sebagai air minum yang sehat, tidak memenuhi syarat dan kualitas air. “Karena syarat kualitas air mnum dan air bersih, meliputi persyaratan fisik, kimia, mikrobiologi dan radioaktif,” ujarnya.

Aturan ini, lanjut Bupati, dilandasi oleh landasan hukum dan landasan teknis dalam pengawasan kualitas bakteri. “Penyediaan air bersih, agar dapat menyalurkan air bersih kepada masyarakat dalam jumlah yang besar, dan cukup dalam sistem penyediaan air bersih dan sumber air baku,” jelasnya.

Kepala BBWS Serayu Opak Ditjen SDA Kementrian PUPR, Dr Ir Dwi Purwantoro dalam kesempatan itu mengatakan, program dari BBWS di Kabupaten Magelang tahun 2020 sebesar Rp 140 Milyar, diantaranya untuk pembangunan embung, sabo dam, irigasi air dan lainnya. “Jadi bangunan yang sudah jadi tersebut, jangan sampai ‘muspro’, karena embung yang dibangun untuk cadangan air di musim kemarau,” pintanya.

Anggota Komisi V DPR RI, Ir Sudjadi menambahkan, program yang digelontorkan di Kabupaten Magelang, merupakan program aspirasi untuk masyarakat di Kabupaten Magelang. Diharapkan program tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat, terutama bisa meningkatkan hasil pertanian yang berdampak ekonomi masyarakat. (Bag)

BERITA REKOMENDASI