La Nina Picu Curah Hujan Miningkat 20 Persen

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kepala BMKG Semarang Tuban Wiyoso mengatakan di Jawa Tengah daerah yang terkena dampak La Nina ada di wilayah selatan seperti Purworejo, Kebumen, Cilacap dan diwilayah tengah di Wonosobo dan Banjarnegara dengan peningkatan curah hujan 20 persen. Curah hujan ada pada 500 ml/bulan.

“Temanggung nyaris terkena, tetapi meski tidak kena La Nina tetapi curah hujan sudah tinggi,” kata Tuban saat menutup Sekolah Lapang Iklim (SLI) di Temanggung, Kamis (15/10/2020).

Tuban mengatakan sekolah lapang iklim operasional pendamping Tumpangsari Tembakau Kopi merupakan kelanjutan dari SLI Bawang Merah di Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo yang sudah panen pada 6 Juni 2020. “Kegiatan SLI pendamping dilaksanakan karena pada saat SLI awang Merah belum semua materi dapat disampaikan secara optimal disebabkan adanya pandemi Covid-19,” kata dia.

Dikatakan, pertemuan dilaksanakan mulai 9 Juli pada saat tembakau umur 75 hari. Pertemuan dilakukan secara virtual dan praktek langsung di lapangan 10 kali selama 3 bulan. SLI diikuti 27 petani dan 3 PPL. Tanaman kopi dan tembakau berada di lahan petani di desa Legoksari.

“Kopi yang ditanam arabika dan tembakau varietas kemloko 5 yang lebih banyak menghasilkan srintil, yakni tembakau unggulan, dengan gred g dan h,” kata dia.

Dikatakan materi antara lain pengamatan agroekosiatem, pengenalan alat ukur cuaca dan iklim, penyimpangan iklim, analisis usaha tani, dan intensifikasi, panen dan pasca panen kopi serta pemahaman informasi prakiraan iklim dan musim. Perwakilan petani, Robin Ekajaya mengatakan telah ada pergeseran petani dalam menanam padi dari penggunaan ilmu titen, menjadi penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Penggunaan ilmu pengetahuan terbukti mampu menjawab tantangan, sehingga hasil tembakau tahun ini bagus sehingga tetap muncul srinthil gred G dan H,” kata dia sembari mengatakan petani sempat khawatir tidak muncul tembakau srintil, karena banyak hujan sehingga petani terapkan aplikasi yang didapat dari Sekolah Lapang Iklim.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan SLI sangat dibutuhkan petani, karena terbukti mampu mensiasati cuaca dan iklim sehingga hasil panen bagus. “Hasil dari SLI harus dapat diterapkan dan di sebarluaskan pada petani lainnya,” katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI