La Nina Potensi Timbulkan Bencana Alam

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwi Koritakarnawati mengatakan sebagian besar wilayah Indonesia akan terkena dampak anomali iklim La Nina, yang terjadi pada musim hujan. Berdasar prakiraan hanya Sumatera yang tidak terkena.

“Hanya Sumatera yang dimungkinkan tidak terkena La Nina. Tetapi curah hujan di Indonesia tetap saja tinggi, sehingga ada potensi bencana seperti banjir dan longsor,” kata Kapala BMKG Dwi Koritakarnawati, saat menutup Sekolah Lapang Iklim (SLI) di Temanggung, Kamis (15/10).

Dia mengatakan dampak La Nina ditandai dengan meningkatkan curah hujan 20 – 40 persen dari curah hujan normal. Fenomena ini terjadi karena suhu suhu permukaan laut Samudra Pasifik lebih dingin yakni mendekati -1 derajat celsius. Sementara suhu permukaan laut di Indonesia lebih hangat.

“Perbedaan suhu ini timbulkan aliran udara basah dari pasifik ke Indonesia, yang lalu menimbulkan curah hujan lebih tinggi,” kata dia.

Dia mengatakan akan ada rapat koordinasi khusus menghadapi La Nina yang dipimpin Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Jumat (16/10). Pembahasan antara lain berbagai kebutuhan mendesak yang harus diberikan pemerintah dan kesiapan siap menghadapi potensi bencana La Nina.

“Puncak pada La Lina antara Desember sampai Januari, ” kata dia sembari mengatakan bencana alam, tanaman pangan juga akan terdampak sehingga harus waspada pada komoditas pertanian dan perkebunan. (Osy)

BERITA REKOMENDASI