Lahan Relokasi Korban Bencana Belum Dibayar

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO (KRjogja.com) – Kendatipun relokasi korban bencana alam tanah longsor di Desa Jelok Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo sudah dimulai, namun sebagian lahan untuk relokasi belum dibayar. Sementara itu 400 jiwa dari 102 keluarga di desa yang sama terancam bencana yang sama, menyusul rekahan tanah yang sudah sangat menghawatirkan.

Demikian dikemukakan Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Relokasi Desa Jelok Imam Prayodi dan Kepala Desa Jelok Sukamto, Senin (19/09/2016). Di desa ini terdapat 13 keluarga yang harus direlokasi karena lokasi tempat tinggal sebelumnya sudah tidak memungkinkan untuk dibangun rumah kembali karena kondisinya sangat rawan terhadap bencana susulan.

Menurut Imam Prayodi, dari 13 keluarga yang harus direlokasi itu, kini sudah mempersiapkan lahan relokasi untuk delapan keluarga. Lokasinya tetap di desa yang sama namun di lahan milik penduduk lain yang diyakini aman dari ancaman bencana tanah longsor. “Pihak pemilik tanah sudah merelakan, hanya saja uang pembelihan lahan ini belum dibayar,” jelasnya.

Di desa ini menurut Sukamto, kini terdapat 102 keluarga terdiri 400 jiwa di Dukuh Ngosong dan Sibatur yang tinggal dibawah ancaman bencana longsor. “Kondisi lahan di atas pemukiman itu sudah retak,” katanya.

Yang lebih menghawatirkan, jika terjadi hujan, air masuk ke dalam tanah melalui retakan itu, dan lahan di bawah banyak mengeluarga mata air baru yang warnanya keruh. “Kondisi ini menunjukkan gerusan tanah dari dalam, dan sangat membahayakan,” katanya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI