Lama Tak Terurus, BPCB Susun Kembali Pagar Situs Liyangan

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Selama sekitar tiga minggu kedepan tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah berkonsentrasi untuk menyusun batuan pagar di areal candi induk yang berserakan di kompleks situs Liyangan di Lereng Gunung Sindoro di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung.

Staf BPCB Jateng, Budiono mengatakan pagar di areal candi induk yang diusahakan di susun sepanjang 139,60 meter dan tinggi 164 cm. Pagar ini membujur dari selatan ke utara. Namun kini sebelum disusun tim fokus untuk mencari dan menyatukan batu.

"Sebelum dilakukan pemugaran, kami mencoba mencari, menyusun, dan menyatukan batu-batu tersebut. Setelah itu baru ditempatkan di lokasi," kata Budiono, Minggu (18/3/2018).

Dia mengatakan pagar yang disusun tersebut adalah pemisah halaman dua dan tiga. Halaman dua sebagai salah satu tempat untuk pemujaan dan ritual atau peribadatan, sedangkan halaman tiga diduga sebagai hunian eksklusif bagi para pengelola bangunan suci.

Dia menerangkan stus Liyangan ditemukan pada kedalaman 10 hingga 12 meter dibawah permukaan tanah terpendam material letusan Gunung Sindoro. Sehingga kondisi situs peninggalan zaman Mataram Kuno tersebut tidak utuh lagi, bangunan dari kayu hancur dan sebagian ditemukan berupa arang dan bangunan dari batu sebagian berserakan.

Pada tahun 2017, lanjutnya tim BPCB berhasil memugar pagar candi induk Situs Liyangan yang membujur ke barat meskipun belum selesai semua, yakni masih kurang sekitar 50 meter. Pada tahun yang sama juga memugar trap tangga di bagian pagar yang membujur ke utara.

Dalam pemugaran trap tangga, katanya sebagian batu tidak ditemukan, terutama di bagian atas, maka itu kemudian diganti batu yang baru. Batu itu sama material dan warnanya dengan ada di Situs Liyangan.

"Begitu juga nanti untuk memugar pagar ini jika ada pasangan batu yang hilang akan diganti dengan batu yang baru," katanya.

Sementara untuk penyusunan pagar yang kini dikerjakan, tentu batu yang tidak ditemukan akan di ganti dengan yang baru, hanya saja pihaknya belum mengetahui berapa jumlahnya. Apalagi batuan ini agar beda, sebab bukan andesit dan warnanya juga tidak putih atau hitam. "Ini batunya beda, kurang tahu nanti dicarikan dimana. Kalau batu yang lainnya bisa dicari di prambanan," katanya.

Disampaikan dalam upaya mencari, menyusun, dan menyatukan batuan pagar ini diterjunkan delapan personel dari BPCB ditambah tenaga kerja lokal. Tahap ini, dimulai sejak 12 maret 2018 dan direncanakan selesai pada 6 April 2018. " Kami targetkan selesai dalam pekerjaan ini, namun tentu tidak tergesa-gesa sebab dibutuhkan ketelitian," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI