Laporan YKD Banyumas 1980 Masih Ditindaklanjuti

Editor: Ivan Aditya

PURWOKERTO, KRJOGJA.com – Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyumas hingga Senin (31/8/2020) masih menindak lanjuti laporan dugaan penggelapan atau penahanan atas sertifikat hak bangunan (SHB) milik Yayasan Karya Dharma (YKD) Banyumas 1980 oleh Bank Jateng Cabang Purwokerto.

“Perkembangannya, kemarin penyidik sudah berangkat ke Kemenkumham (Dirjen Aministrasi Hukum Umum-red). Hasilnya sudah kami koordinasi dengan pihak pelapor melalui penasehat hukumnya,” kata Kasat Reskrim Polresta Banyumas AKP Berry, Senin (31/08/2020).

Menurutnya penyidik Satresekreskrim Polresta Banyumas tidak menghentikan perkaranya masih melanjutkan, setelah pihak penyidik mengeluarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan (SP2HP) tanggal 4 Desember 2019 lalu.

Untuk saat ini penyidik masih menunggu surat tertulis dari pihak Bank Jateng, alasan tidak mau menerima pelunasan (tanggungan pinjaman) dari pihak pelapor dari Yayasan Karya Dharma Banyumas 1980. “Kita penyidik nunggu jawaban tertulis, kenapa tidak mau menerima pelunasan dari pihak pelapor, kalau jawaban dari pihak bank sudah diterima juga akan disampaikan ke penyidik,” ungkapnya.

Perkara dugaan penahanan SHB milik YKD Banyumas 1980 tersebut dilaporkan ke Polres Banyumas tanggal 10 September 2017. Pihak pelapor Mohammad Zakaria, selaku penerima kuasa dari Supriyadi, selaku ketua pengurus Yayasan Legium Veteran Karya Dhrama Banyumas, yang berganti menjadi Yayasan Karya Dharma Banyumas 1980 (per 20 Juli 2020).

BERITA REKOMENDASI