Larangan Beli BBM Pakai Jeriken Bisa Sulitkan Petani

PURWOREJO (KRjogja.com) – Kebijakan PT Pertamina melarang pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken diperkirakan dapat menyulitkan petani di Kabupaten Purworejo. Petani memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap BBM setelah mereka menerapkan pola mekanisasi pertanian.

Sebagian petani belum terlalu kena dampak kebijakan itu karena Purworejo belum memasuki musim tanam padi. "Sekarang yang kena dampak sekiranya sedikit, karena sebagian masih tanam palawija," kata Nasoka, petani Desa Dewi Kecamatan Bayan, kepada KRjogja.com, Kamis (18/8/2016).

Namun Nasoka mengaku pernah kena dampak kebijakan yang diberlakukan pada Agustus 2016 itu. "Kemarin ketika adan beli premium untuk bahan bakar mesin pompa, mendapat kesulitan. Namun setelah diberi pengertian bahwa BBM digunakan untuk pompa, mereka membolehkan," terangnya.

Menurutnya, kebijakan lebih terasa untuk petani di daerah yang jauh dari SPBU. Kendati kebijakan itu ditujukan kepada pedagang eceran, namun petani pelosok tergantung pada pengecer.

Kepala Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo Ir Dri Sumarno mengatakan, Pertamina harus memberi penjelasan tentang kebijakan itu kepada masyarakat, sehingga tidak ada penolakan terhadap petani yang ingin mengakses BBM bersubsidi. "Kondisi di lapangan dapat beda, betul kebijakan itu ditujukan untuk pedagang eceran, namun bisa jadi petani juga kena dampak penolakan ketika membeli pakai jeriken," tuturnya.

Sesuai aturan yang ditetapkan Kemendagri, petani pemilik alat dan mesin pertanian (alsintan) boleh membeli BBM menggunakan jeriken dengan mengantongi rekomendasi kepala desa. Meski tetap dibolehkan membeli, katanya, pemasangan spanduk larangan di setiap SPBU bisa ditafsirkan seluruh konsumen tanpa kecuali dilarang beli menggunakan jeriken.

Ditambahkan, kebijakan tersebut harus diberlakukan secara selektif. "Terutama petugas SPBU harus paham, jangan sampai menolak petani yang sedang butuh BBM. Apa perlu petani bawa traktor ke SPBU untuk beli solar," tegasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI