Lawan Corona, UIN Sunan Kalijaga Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah Covid-19

Editor: Agus Sigit

MAGELANG, KRJogja.com – LPPM UIN Sunan Kalijaga dan mahasiswa KKN UIN Sunan kalijaga Yogyakarta, berkolaborasi dengan Takmir Masjid Baitul Murtadhlo Mendut dengan menggandeng Kepala Kelurahan Mendut Magelang, Camat Mungkid Magelang, Koramil Mungkid Magelang, Polsek Mungkid Magelang, KUA Mungkid Magelang dan RSUD Muntilan mengadakan “Pelatihan Perawatan dan Pemakaman Jenazah Covid 19” di serambi Masjid Baitul Murtadhlo Mendut Magelang, Senin (234/8/2021).

Kegiatan yang diikuti ‘kayim’ desa se Kecamatan Mungkid ini dihadiri Kapolsek Mungkid AKP M Ahdi SH MH maupun lainnya. Beberapa pihak berbicara di forum yang memperoleh perhatian peserta ini. Beberapa peserta juga bergantian menyampaikan pertanyaan di forum dialog. Dalam praktek kegiatan ini juga dipergunakan mannequin.

Wakil dari LPPM UIN Sunan Kalijaga, sekaligus DPL KKN UIN yang membackup kegiatan ini, Muhammad Fatkhan MHum diantaranya mengatakan pelaksanaan pelatihan tersebut sangat urgent. Fatkhan, yang juga sebagai inisiator kegiatan ini, dengan didampingi Ketua Pelaksana Muzazan, juga menginginkan adanya desa tangguh yang dapat menjadi desa mandiri dalam mengatasi permasalahan desa akibat dampak Covid-19, salah satunya permasalahan sosial terkait pandangan masyarakat terhadap pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19.

“Kita harapkan nanti desa bisa melakukan sendiri,” katanya sambil menambahkan yang menjadi masalah saat ini ketika ada yang meninggal karena covid, terutama yang isoman, dimana masih banyak masyarakat yang tidak berani, karena mereka belum paham dan belum mengerti bagaimana tata caranya itu.

“Sehingga dengan pelatihan ini masyarakat menjadi lebih paham, dan diharapkan bisa bersama-sama pemerintah memutus mata rantai Covid-19, khususnya di wilayah Kecamatan Mungkid,” tambahnya.

Sementara terkait korban meninggal karena covid, pemerintah kembali memasukkan data indikator kematian sebagai penilaian Asesmen Level PPKM sesuai acuan yang ditetapkan oleh WHO. Sejalan dengan itu, pemerintah terus melakukan perbaikan akurasi dan validasi data terkait pandemi di Indonesia, serta berupaya menekan pertambahan angka kematian.

Dalam penetapan level PPKM suatu daerah, terdapat tiga indikator dasar yang digunakan, yaitu laju penularan, positivity rate, dan angka kematian. Untuk memastikan penetapan PPKM dilakukan dengan optimal, pemerintah telah meningkatkan kualitas ketepatan data angka kematian kasus COVID-19 di Indonesia, terkait temuan distorsi pada data sebelumnya.

“Sesuai ketetapan WHO, indikator angka kematian menjadi acuan pemerintah dalam menetap level PPKM suatu daerah. Seperti disampaikan Bapak Menko Marves, perbaikan data kematian di beberapa wilayah sudah lebih baik. Kasus-kasus kematian yang sebelumnya tidak terlaporkan, sekarang sudah banyak dilaporkan. Perbaikan dan peningkatan kualitas data ini akan terus dilakukan, sebagai afirmasi komitmen pemerintah untuk memberikan pengawasan dan penanganan optimal pada perkembangan kasus COVID-19,” tegas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate. (Tha/Git)

BERITA REKOMENDASI