Lebaran, Warga Diimbau Tak Terbangkan Balon Udara

WONOSOBO,KRJOGJA.com- Bahaya menerbangkan balon udara secara ilegal terus disosialisasikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo bersama pihak AirNav Indonesia. Potensi bahayanya sangat tinggi, bukan hanya mengganggu aktivitas lalulintas penerbangan pesawat saja, tetapi juga membahayakan keselamatan penerbangan karena balon udara ukuran besar bisa terbang hingga di atas 40.000 kaki. Apalagi langit-langit di Jawa Tengah merupakan jalur sentral yang memiliki aktivitas penerbangan sangat padat.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Kapolres Wonosobo AKBP Ganang Nugroho W dan pimpinan OPD, ketika memberi keterangan pers, Kamis (22/4/2021), mengungkapkan bahwa sejauh ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak AirNav Indonesia. “Intinya, kami tidak ingin kecolongan lagi dengan adanya penerbangan balon udara tradisional yang terbang bebas hingga ketinggian 40.000 kaki. Kami mengajak masyarakat pecinta balon udara di Wonosobo bisa menerbangkan balon udara dengan cara ditambatkan menggunakan tali yang kuat, sehingga tidak mengganggu dan membahayakan aktivitas penerbangan,” paparnya.

Bagi para pelanggar, jelas Bupati, ada ancaman hukumannya yang cukup serius. Berdasarkan Pasal 53 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2009, tentang Penerbangan, disebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja menerbangkan atau mengoperasikan pesawat udara yang membahayakan keselamatan udara diancam pidana penjara paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta. “Tentu kami tidak ingin melihat ada masyarakat pecinta balon udara di Wonosobo yang sampai berurusan dengan hukum karena melanggar aturan atau menerbangkan balon udara secara ilegal,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI