Lereng Sumbing Kembali Terbakar

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Kebakaran hutan dan lahan milik Perhutani di lereng Gunung Sumbing kembali terjadi setelah beberapa hari padam. Personel BPBD, Kodim 0706 Temanggung dan Polres Temanggung serta petugas perhutani dibantu relawan  segera menuju lokasi untuk pemadaman, Senin (21/10/2019).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan Senin pagi petugas kembali diterjunkan untuk pemadaman. "Semoga dapat dipadamkan Senin ini," katanya.

Dikatakan kebakaran diketahui Sabtu pagi dengan adanya asap dan sore harinya sudah tidak ada asap. Namun katanya Minggu pagi terlihat adanya bara api dan kepulan asap.

Hutan yang terbakar berada di wilayah RPH Kemloko BKPH Temanggung KPH Kedu utara atau masuk administrasi Dusun Butuh Desa Tanggulanom Kecamatan Selopampang. "Pemadaman belum sepenuhnya berhasi sebab ada yang sulit dijangkau," katanya.

Dia mengatakan titik api berada di lembah dengan lereng sangat curam untuk menuju ke lokasi. Sampai Minggu malam, api masih belum dapat dipadamkan, yang salah satu penyebab lainnya adalah angin yang sangat kencang dan area yang sudah kering.

Dikatakan hutan yang terbakar adalah rimba campur dengan kelas dan fungsi sebagai hutan lindung. "Petugas telah ditarik minggu sore karena sudah tidak memungkinkan lagi untuk pemadaman, pemadaman direncanakan pada Senin pagi," katanya.

Disampaikan Gito Walngadi, Perhutani sedang menghitung kerugian akibat kebakaran tersebut. Sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib. Diberitakan dalam satu bulan terakhir telah beberapa kali terjadi kebakaran hutan di wilayah gunung Sumbing, seperti di petak 15 pada 5 Oktber 2019, petak 23 dan 27 pada akhir September 2019. Luas area yang terbakar mencapai puluhan hektare dan kerugian jutaan rupiah. (Osy)

BERITA REKOMENDASI