Lhadalah..! 3 Ribuan Warga Temanggung Alami Gangguan Jiwa

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Sebanyak 3346 warga di Kabupaten Temanggung berdasar Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mengalami gangguan jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung dr Supardjo MKes mengatakan Dinas Kesehatan melalui tim yang dibentuk dan kader kesehatan menindak lanjuti riskesdas 2018 dengan pencarian di lapangan.

" Kami telah berhasil menemukan sekitar 2400 warga yang mengidap gangguan jiwa. Kami sedang berusaha menemukan sekitar 900 warga yang tersisa," kata Supardjo, Senin (11/11).

Dia menyampaikan setelah penderita gangguan jiwa ditemukan, mereka akan mendapat pengobatan dari layanan kesehatan pemerintah secara gratis. Pengobatan itu dilakukan hingga dinyatakan sembuh, dan pada keluarganya diberikan edukasi agar dapat menjaga sehingga tidak ada kejangkitan.

Dia mengatakan riskesdas dilakukan pada bulan April-Mei 2018 dengan mengambil sampel riset di 19 kecamatan dari 20 Kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung. 19 kecamatan tersebut antara lain Parakan, Kledung, Bulu, Temanggung, Tlogomulyo, Tembarak, Selopampang Kranggan, Pringsurat, Kaloran, Wonoboyo dan Kandangan.
 
" Pengambilan data Riset Kesehatan Dasar Kabupaten Temanggung memiliki 6 tim yang masing-masing tim terdiri 4 orang enumerator," katanya.

Dikatakan hasil lain pada riskesdas di Temanggung adalah naiknya penderita penyakit tidak menular seperti sakit diabetes militus, gagal ginjal dan gangguan jiwa. Penyakit gagal ginjal sangat besar hingga pelayanan cuci darah di rumah sakit selalu penuh.

Dia menyampaikan kecuali TBC, penyakit menular cenderung menurun. Pihaknya telah memberikan berbagai intervensi dan penanggulangan tetapi angkanya selalu tetap dari tahun ke tahun. " Penyakit menular cenderung menurun kecuali TBC, kami terus evaluasi agar menurun," katanya.

Dikatakan ada peningkatan jumlah penderita untuk permilnya, yakni dari 1,7 penderita per mil menjadi 7 penderita per mil. " Pemerintah akan meningkatkan layanan kesehatan pada masyarakat, sebab itu adalah hak dari warga," katanya. (Osy)

 

 

BERITA REKOMENDASI