Limbah Batu Bara di Kuwarasan Masih Misterius

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN (KRJOGJA.com) – Pengurugan sejumlah bidang sawah dengan limbah batu bara di 3 desa Kecamatan Kuwarasan Kebumen yang dipersoalkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, beberapa waktu lalu, akhirnya terselesaikan dengan pembersihan lahan dari limbah oleh pemiliknya.

"Pelaksanaan pembersihan ternyata lebih cepat dari toleransi waktu yang kami berikan. Saat kami tinjau pada 8 Maret 2018 lalu kami memberikan toleransi 1 bulan untuk membersihkannya, ternyata hari ini sudah terselesaikan," ujar Kasi Penaatan dan Pengkajian Dampak Lingkungan Hidup Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan  Lingkungan Hidup (Disperumkimlh) Kebumen, Siti Durotul Yatimah MM, di Desa Gumawang Kecamatan Kuwarasan, Senin (19/03/2018).

Adapun pengurugan sawah dengan limbah batu bara tersebut berada di 3 desa, yaitu Gumawang, Banjareja dan Kuwaru. Limbah batu bara tersebut menurut Siti tergolong material B3 (bahan beracun berbahaya) karena kandungan elemen-elemen kimia berbahaya di dalamnya seperti silika, alumina, ferro oksida dan kalsium oksida.

"Kerawanannya bisa muncul saat turun hujan, karena rembesan airnya akan mencemari tanah maupun air tanah di sekitarnya. Efeknya tentu sangat membahayakan bagi warga sekitar yang menggunakan air tanah tersebut," jelas Siti.

Selain faktor limbah yang berbahaya, perintah pembersihan lahan dari urugan tersebut  dikarenakan alih fungsi lahan sawah menjadi lahan kering dilakukan tanpa izin.

Setelah misi pembersihan lahan dari urugan limbah berbahaya terselesaikan, ternyata teka teki tentang asal usul limbah tersebut belum terpecahkan. Selain itu, pengawasan  terhadap distribusi limbah batu bara dari luar daerah ke wilayah Kebumen hingga kini masih sulit dilakukan, akibat keterbatasan jumlah penyidik aparatur sipil negara  (ASN) Kebumen.

"Apakah limbah tersebut berasal dari Cilacap atau Jawa Barat bagian selatan, belum kami ketahui. Kami hanya meminta agar masyarakat tahu tentang dampak negatipnya terhadap lingkungan dan kesehatan," ujar Siti. (Dwi)

BERITA REKOMENDASI