Lion Naum Sabet Juara Festival Hadroh Polsa

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Grup Lion Naum Purworejo berhasil menyabet juara pertama Festival Hadroh Remaja se Kabupaten Purworejo yang diselenggarakan Politeknik Sawunggalih Aji (Polsa) Kutoarjo, Selasa (8/10/2019). Grup berisi sembilan pemuda pemudi itu menyanyikan lagu Ghuroba karangan Syaikh Sa'ad Ghomidi dengan merdu, hingga dewan juri memberi mereka nilai tertinggi. 

Juara kedua festival diraih Ashabul Qahwah yang menyanyikan lirik Saduna – Ya Hamamal Madina. Adapun pemenang ketiga adalah The Crocodile membawakan lirik Indal Fajri. 

Ketiga menjadi yang terbaik mengalahkan empat belas peserta lainnya. "Mereka menampilkan kemampuannya, namun memang tiga grup pemenang itulah yang paling baik," ujar Ketua Panitia Festival Hadroh Remaja Polsa, Supriono SE MSi Ak, kepada KRJOGJA.com, usai lomba. 

Menurutnya, festival diselenggarakan dalam rangka memperingati Dies Natalis Polsa ke 18. Selain itu, kampus juga ingin mengangkat kesenian islami yang dinilai mulai tenggelam tergerus zaman. 

Dikatakan, tren anak muda khususnya umat Islam, lebih condong ke barat-baratan atau demam K-Pop, dibandingkan mencintai seni budayanya. Seni bernafaskan Islam, katanya, masih tetap hidup dan bertahan terutama di kalangan pondok pesantren dan lembaga pendidikan islam. 

Festival tersebut, lanjutnya, menyasar remaja khususnya usia pelajar. Hampir sembilan puluh persen peserta didominasi pelajar SMA, SMK dan MA, sedangkan beberapa diantaranya ada yang berstatus mahasiswa. "Lomba itu sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi antarpelajar di Purworejo," tuturnya. 

Direktur Polsa Sapta Aji Sri Margiutomo SKom MM menambahkan, festival juga diselenggarakan untuk lebih mengenalkan dan membumikan politeknik kepada masyarakat Purworejo. "Kami ingin ikut mengambil peran dalam melestarikan budaya Islam, sekaligus semakin mengenalkan kampus kepada masyarakat luas," tegasnya. 

Polsa memberikan beasiswa kepada pemenang pertama dan kedua. Beasiswa total diberi untuk 24 orang, dengan nilai Juara I Rp 151.600.000 dan Juara II Rp 75.600.000. Tiga pemenang lomba juga mendapat hadiah uang pembinaan total senilai tiga juta rupiah. 

Sementara itu, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, saat membuka festival menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Polsa atas kiprahnya ikut menjaga tradisi. Yuli mengatakan, budaya asing kerap kurang sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa dan bisa menggerus kearifan lokal yang selama ini berkembang di tanah air. 
"Banyak kebudayaan lokal yang tidak mampu menjadi tuan rumah di tengah persaingan kebudayaan saat ini," ungkapnya. 

Pelestarian budaya, katanya, menjadi tanggung jawab dan kewajiban seluruh rakyat Indonesia. "Apabila tidak dijaga, tidak menutup kemungkinan hadroh lambat-laun akan ditinggalkan masyarakat. Untuk itu, perlu upaya pelestarian dari komponen masyarakay, khususnya umat islam," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI