Lokasi Kebakaran di Sumbing Sulit Dipadamkan, Kenapa?

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pemadaman kebakaran lahan hutan di Lereng Gunung Sumbing Kabupaten Temanggung terkendala lokasi yang terjal, curam dan keterbatasan peralatan. Personel yang terlibat juga harus mengetahui medan dan dalam kondisi fit agar tidak menjadi beban yang lain.

"Pemadaman dilakukan sejak Minggu. Senin pagi yang berangkat ke lokasi untuk pemadaman sekitar 102 personel. Memang lokasi kebakaran sangat berbahaya, jadi harus sudah berpengalaman dan tubuh fit," kata Kapolsek Tembarak, AKP Ari FS, Senin (23/9/2019) malam.

Dia mengatakan pemadaman api hanya bisa dilakukan dengan cara tradisional, yakni gebyokan, pembuatan ilaran sekat belukar dan pembakaran balik. Cara ini pun harus teliti dan dengan bimbingan petugas Perhutani di lapangan, sebab jika tidak, yang terjadi justru kebakaran meluas.

Dikatakan vegetasi lokasi kebakaran, baik di petak 27-7 yang seluas 2,5 hektare dan 23-3 seluas 3 hektare adalah semak dan rumput ilalang, yang berada di ketinggian 2.500 di atas permukaan laut. Kebakaran kini mulai mengarah ke utara, meski dari 3 titik kebakaran sudah berhasil dipadamkan 2 titik. "Diharap satu titik terakhir bisa dipadamkan," katanya.

Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Damanhuri mengatakan lokasi yang terbakar bukan jalur pendakian namun untuk keamanan saat ini ditutup sampai batas waktu yang belum ditentukan. "Sudah ada evakuasi sekitar 170 pendaki gunung Sumbing, saat ini semua jalur pendakian ditutup," katanya.

Disampaikan petugas masih berusaha padamkan api. Sebuah posko pemadaman lahan hutan didirikan di Banaran. Posko ini dilengkapi dapur umum dan pos kesehatan serta layanan telekomunikasi. "Tim Perhutani mengarahkan usaha pemadaman. Sejauh ini telah berhasil," katanya semberi mengatakan Perhutani masih mendata kerugian dari kebakaran.

Terpisah, Plt Sekda Temanggung Hari Agung Prabowo mengatakan Pemda Temanggung mendukung upaya-upaya pemadaman di lereng Gunung Sumbing, sehingga lekas padam dan tidak berdampak pada kerusakkan alam lingkungan.

"Sumberdaya yang ada kita kerahkan untuk pemadaman, peralatan telekomunikasi dan jaringan internet juga diperbantukan," katanya, ditemui usai rakor penanggulangan kebakaran hutan dan lahan Gunung Sumbing di Sekda Temanggung.

Dikatakan personel yang terlibat dari TNI, Polri, BPBD, Linmas dan Relawan, dari berbagai elemen. Mereka berangkat ke lokasi sebelum subuh dan pulang pada sore hari, atau begitu cuaca tidak memungkinkan untuk pemadaman kembali.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan masih memantau perkembangan kebakaran hutan di Sumbing, dan sejauh ini mulai mengecil dengan harapan tidak membesar."Lahan yang terbakar ilalang dan semak, kebekaran harus dilokalisir dan tidak merambat jika kena angin," katanya sembari menambahkan api termonitor tinggal satu titik yakni di sekitar pos 2 jalur pendakian Banaran Tembarak. (Osy)
 

BERITA REKOMENDASI