Lomba Layang-layang Awali Musim Panen

Namun, seiring semakin modernnya permainan anak, layang-layang mulai ditinggalkan. “Mereka sekarang banyak yang memilih memainkan game online dibandingkan permainan tradisional seperti layangan. Maka kami coba angkat dan populerkan lagi,” terangnya.

Selain itu, Ngunduh Layangan Bareng juga diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan jalan desa. “Kami baru selesai membangun jalan cor blok yang menghubungkan antarkampung,” ucapnya.

Humas panitia Eko Sutopo menambahkan, lomba tersebut menjadi wadah kreativitas warga Kledung Karangdalem. Ada beberapa pemuda yang bekerjasama membuat layang-layang tipe naga. “Ada juga yang membuat layangan dari daun, yakni daun samber atau sejenis tanaman yang tumbuh menempel di dahan pohon,” ungkapnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI