Longsor Ancam Lima Kecamatan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung meminta pada warga di daerah rawan longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan dengan intensitas tinggi  dengan waktu yang lama diperkirakan masih akan terjadi yang mengakibatkan longsor.

"Longsor kemungkinan masih akan terjadi karena hujan juga banyak terjadi di daerah rawan longsor," kata Kepala BPBD Kabupaten Temanggung, Agus Sudaryono, Jumat (18/11/2016).

Dia mengemukakan sejak Januari hingga pertengahan Nopember 2016 telah terjadi sedikitnya 43 peristiwa tanah longsor yang tersebar di berbagai titik di 14 wilayah kecamatan yang masuk dalam kategori titik rawan bencana. Antara lain Pringsurat, Tretep, Gemawang, Bejen dan Kandangan.

Dikatakan tingginya angka kejadian longsor sendiri dipicu oleh beberapa faktor utama, seperti kondisi geografis yang didominasi lereng dengan tanah labil dan curah hujan tinggi. "Selama ini tidak ada korban jiwa, semoga tidak akan ada korban jiwa," katanya.

Dikatakan longsor yang terjadi masuk kategori kecil sampai sedang, sedangkan total kerugian material dari longsor dibawah Rp 1 miliyar. Disampaikan guna mengantisipasi terjadinya bencana longsor lain dan lebih besar, BPBD menerjunkan relawan dan menggandeng warga untuk memantau dan mengawasi daerah yang rawan longsor.

BPBD juga telah menyiapkan enam posko yang tersebar di enam titik, yaitu Kecamatan Temanggung, Pringsurat, Kaloran, Bejen, Jumo, dan Parakan. Guna mencegah jatuhnya korban jiwa, kepada warga yang tinggal di daerah rawan longso untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera menyingkir apabila hujan turun lebih dari tiga jam. Bila ada tanda longsor segera lapor kepada petugas setempat atau langsung kepada BPBD. (Osy)

BERITA REKOMENDASI