Lulusan SMK Widya Kutoarjo Dibekali Ilmu Kewirausahaan

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – SMK Widya Kutoarjo membekali lulusannya dengan ilmu kewirausahaan. Pihak sekolah didukung Direktorat Kursus dan Pelatihan, Kemendikbudristek RI memfasilitasi Program Kecakapan Wirausaha untuk mempersiapkan alumni agar mampu membuka lapangan kerja di tengah pandemi.

Kepala SMK Widya Kutoarjo Drs Agus Rofiquddin SKom mengatakan, pembekalan akan memanfaatkan lokal bengkel di jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Selama pandemi, bengkel yang biasanya menjadi tempat praktikum siswa itu tidak dimanfaatkan secara optimal karena belum mulainya pembelajaran tatap muka. “Lokal bengkel itu baru kami aktifkan lagi, kami jadikan sebagai pusat kursus dan pelatihan,” katanya kepada KRJOGJA.com, Senin (6/9).

Menurutnya, pembekalan itu tidak hanya untuk alumni alumni SMK Widya Kutoarjo saja. Sekolah juga menerima lulusan dari SMK lain yang ingin mendalami keterampilan bisnis servis sepeda motor.

Peserta pembekalan, katanya, akan diberi penajaman materi terkait perbengkelan dan dilatih meningkatkan intuisi bisnis. Agus berharap peserta pelatihan dapat menangkap berbagai peluang yang ada di hadapan mereka dan mampu membangun bisnis sendiri.

Program berlangsung selama 21 hari dengan materi teori dan lebih banyak praktikum. Sekolah mengundang beberapa ahli untuk mengajari peserta. Menurutnya, para peserta pelatihan akan dibuat menjadi kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok itu akan dibekali dengan rintisan bengkel sederhana. “Mereka mulai terjun ke dunia usaha lewat bengkel rintisan itu,” ucapnya.

Dalam pembekalan periode September 2021, sebanyak 15 lulusan sekolah kejuruan di Purworejo mendaftar sebagai peserta. Pihak sekolah, lanjutnya, tetap membatasi jumlah peserta demi meminimalkan risiko penularan Covid-19. “Tetapi prinsipnya, sekolah kami ingin berbuat sesuai yang berguna bagi masyarakat luas, salah satunya pembekalan wirausaha. Kami lakukan secara maksimal meski tetap harus ada pembatasan,” tegasnya.

Pengawas SMK Kabupaten Purworejo Bani Mustofa MPd mengungkapkan, program Kemendikbudristek itu diselenggarakan untuk melatih lulusan SMK secara umum. Para alumni SMK diberi kecakapan sesuai kompetensi agar lebih mumpuni saat terjun dalam dunia usaha. “Dalam level selanjutnya. diharapkan mereka bisa membuka usaha, membuka peluang kerja yang artinya bisa menjadi enterpreneur,” ungkapnya.

Program tersebut, katanya, sangat bagus ketika diterapkan di tengah situasi pandemi. “Pembekalan di SMK Widya itu pertama kali untuk kursus dan pelatihan mekanik. Kabupaten Purworejo telah mendapat program serupa sebanyak tiga kali, yakni untuk kompetensi kursus komputer atau TI, jaringan dan teknis industri, serta otomotif mekanik sepeda motor,” terangnya.

Peserta pembekalan Bisri Murtado (21) mengaku senang bisa lolos sebagai peserta pelatihan. Pemuda asal Kecamatan Pituruh itu berharap bisa membuka usaha bengkel servis kendaraan setelah selesai pembekalan. “Saya lulus tahun 2018 lalu dan belum punya usaha, sekarang rasanya senang karena sudah ada bayangan, yaitu akan membuka bengkel setelah selesai pelatihan,” tandasnya.(Jas)

 

 

BERITA REKOMENDASI