Magelang Komitmen jadi Kota Layak Anak

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Kota Magelang berkomitmen penuh dalam menjadikan kotanya sebagai Kota Layak Anak (KLA). Salah satu yang sudah dilakukan adalah melibatkan anak muda di setiap pembahasan musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) daerah.

"Pelibatan anak-anak muda sudah kita lakukan, kita memfasilitasi ruang belajar, layanan kesehatan dan lainnya sehingga mereka nyaman. Termasuk juga menghadirkan mereka untuk ikut menyampaikan pendapat dalam musrenbang," kata Walikota Magelang Ir H Sigit Widyonindito MT saat menerima rombongan studi banding Kota Pasuruhan ke Kota Magelang di Ruang Adipura Kencana komplek Kantor Walikota Magelang, Jumat (11/05/2018).

Menurut Walikota Magelang, pemikiran anak muda saat ini berbeda jauh dengan anak muda zaman dulu. Generasi muda saat ini lebih memiliki pemikiran luas dan berani mengungkapkan hal itu.

"Terkadang kita pikir anak muda sekarang pemikirannya sama dengan saat kita masih muda dahulu. Tentu anak muda sekarang berbeda dengan dahulu. Pola pikir orang tua dengan anak beda, kadang-kadang aneh, tapi itulah dunia anak," katanya.

Disebutkan, dengan komitmen Pemerintah Kota Magelang yang terus dijaga ini, Kota Sejuta Bunga berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Layak Anak tingkat Nindya. "Penghargaan ini sudah kami terima kesekian kalinya. Barangkali nanti dari Kota Pasuruhan bisa mencari best practice berkaitan dengan kemajuan KLA ini," tambahnya.

Dikatakan, Kota Magelang tidak memiliki sumber daya alam (SDA) yang bisa diandalkan sebagai sumber pemasukan. Yang diandalkan adalah sektor jasa, baik jasa pendidikan, kesehatan, wisata, maupun lainnya. "Semakin jasa yang kita berikan bagus, kota juga akan semakin bagus. Semakin kotanya layak untuk anak, pasti juga layak untuk orang dewasa.

Sementara itu Ketua TP PKK Kota Pasuruhan Rini Wijayanti mengatakan dirinya bersama rombongan sengaja studi banding di Kota Magelang karena kota ini sudah berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak tingkat Nindya.

"Kota Pasuruhan sendiri sejak tahun 2016 lalu baru berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak tingkat pratama," kata Rini yang juga menjabat Ketua Tim Advokasi KLA Kota Pasuruhan.

Dia menambahkan, pihaknya ingin belajar tentang apa saja yang telah dilakukan tim advokasi KLA di Kota Magelang sehingga berhasil meraih berbagai penghargaan. "Harapan kami dengan studi banding ini agar tahun-tahun mendatang bisa mendapatkan prestasi lebih baik," kata Rini. (Tha)

BERITA REKOMENDASI