Main Politik Uang, Paslon Bupati Bakal Dicoret

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 yang terbukti memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih, bakal dicoret atau dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta Pilkada.

“Ini tentu kalau sudah dibuktikan dengan putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap sebelum hari pemungutan suara,” kata Purnomosidi, Sabtu (4/1).

Selaku Divisi Hukum dan Pengawasn KPU Kabupaten Purworejo Purnomosidi menjelaskan, bahwa paslon dikenakan sanksi pembatalan sebagai peserta pemilihan apabila memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih berdasarkan keputusan pengadilan.

“Selain itu jika paslon terbukti melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam pidana penjara paling singkat lima tahun atau lebih berdasarkan putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap sebelum hari pemungutan suara, juga bisa dibatalkan,” ujarnya.

Bagi paslon yang terbukti menerima atau memberikan imbalan dalam proses pencalonan berdasarkan putusan pengadilan lanjut Purnomorisi, paslon yang bersangkutan juga bisa dibatalkan.

Termasuk melakukan penggantian pejabat sejak enam bulan sebelum tanggal penetapan paslon sampai dengan akhir masa jabatan bagi calon yang berstatus sebagai petahana.

Sementara itu dalam sosialisasi pencalonan perseorangan dalam Pilkada Purworejo Tahun 2020 Ketua KPU Purworejo Drs Dulrokhim berharap,  agar seluruh pimpinan elemen masyarakat yang ada di Purworejo bisa menyampaikan informasi tentang pencalonan perseorangan Pilkada kepada para anggotanya maupun masyarakat umum.

Paslon bupati dan wakil bupati Purworejo yang akan meju melalui jalur independen minimal harus mendapat dukungan 46.096, yang dubuktikan dengan salinan KTP.  “Itupun harus tersebar di minimal  sembilan dari 16 kecamatan yang ada di Purworejo,” jelas Dulrokhim. (Nar)

BERITA REKOMENDASI