Mandi di Sungai Bogowonto, Pelajar Tenggelam

PURWOREJO,KRJOGJA.com – Ahmad Nur Arifin (12), pelajar warga Desa Sumbersari Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo, tewas tenggelam di Sungai Bogowonto Desa Borowetan Banyuurip, Jumat (9/6/2017) petang. Korban yang diduga tidak mahir berenang, mandi di lubuk sedalam delapan meter di sekitar jembatan gantung Borowetan.

Kecelakaan tersebut bermula ketika korban dan sekitar delapan temannya ngabuburit di sekitar jembatan gantung Borowetan. Mereka kemudian turun dan bermain di tepi sungai. "Entah siapa yang mengajak, beberapa anak mandi di sungai itu," ujar Salman, petugas piket Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo, kepada KRJOGJA.com, Jumat (9/06/2017) malam.

Namun ketika asyik mandi, korban lompat dari tebing ke tengah. Diperkirakan lompatan korban terlalu jauh sehingga jatuh di perairan yang dalam. Korban tenggelam dan teman-temannya gagal menolong. Para saksi melaporkan kejadian kepada warga dan dilanjutkan pencarian. Sejumlah anggota SAR Daerah Purworejo dan warga setempat melakukan pencarian.

Upaya tersebut berhasil ketika seorang relawan menangkap tubuh korban yang melayang di dalam air sekitar pukul 17.07. "Tubuh korban melayang karena tenggelam belum lama, jadi ketika kami selami, tidak ketemu. Apalagi sungai keruh," tutur Sutriman, relawan penemu korban.

Jasad korban dibawa mobil polisi ke rumah duka untuk dikebumikan. "Saya orang asli Borowetan, kenal dengan Bogowonto. Jangan sekali-kali nekat mandi karena lubuk di sungai ini banyak yang dalam dan arusnya deras," tegasnya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI