Masih Banyak Satpam Belum Ikut Diklat

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Hampir separuh tenaga Satuan Pengamanan (Satpam) yang ada di Temanggung belum menempuh pendidikan dan pelatihan. Maka itu Polres Temanggung menghimbau pada mereka untuk ikut  guna meningkatkan profesionalitas.

"Bagi Satpam yang belum ikut diklat alangkah lebih baik menempuhnya,  karena sangat berguna dalam peningkatan kinerja, profesionalitas dan kelangsungan pekerjaan," kata Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali, ditemui usai memimpin apel HUT Satpam Internasional, Rabu (22/1).

Dia mengemukakan dari 835 tenaga satpam yang bekerja di 145 tempat usaha, 391 orang diantaranya belum mengikuti diklat. Sedang yang sudah diklat, baru satu orang yang di level Gada Madya, sekitar separuh masih di level Gada Pratama sebanyak 352 orang dan pra dasar 91 orang.

Dikatakan Polres Temanggung secara kontinyu melakukan pembinaan pada Satpam untuk meningkatkan profesionalitas. Pembinaan itu berupa pelatihan, olah raga bersama dan transfer ilmu pengetahuan tentang pengamanan terkini. " Satpam punya peran pemolisian terbatas, yakni di wilayah kerja. Mereka harus profesional dalam menciptakan keamanan, kondusivitas dan penyelesaian permasalahan," katanya.

Dia mengatakan kerjasama dan sinergitas yang telah baik antara Satpam, TNI, Polri, dan lingkungan tempat kerja dapat terus ditingkatkan. Jika terjadi suatu permasalahan, atau terdapat tindak kejahatan untuk segara dilaporkan pada kepolisian.

Dikemukakan Kapolres Muhammad Ali, tenaga Satpam di Temanggung dinilai masih ada kekurangan, terutama di komplek perekonomian dan perumahan. Untuk itu, diharapkan warga bisa menempatkan tenaga satpam, serta meningkatkan siskampling guna menjaga keamanan lingkungannya.

Sedangkan pada apel HUT Satpam tersebut dimeriahkan dengan unjuk ketangkasan bela diri dan pemerian trofi pada Satpam berprestasi, yang diantaranya pada Elmi Rahmiyati. Ia adalah Satpam di PT TKPI, yang menang sejumlah kejuaraan lari internasional. (Osy)

BERITA REKOMENDASI