Masyarakat Siaga, Penyebaran Virus HIV Semakin Tak Terbendung

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Penyebaran virus HIV/AIDS di wilayah Jawa Tengah semakin tak terbendung. Jumlah penderita terus bertambah. Perilaku penyimpangan sex yang dilakukan para pelajar jumlahnya juga terus meningkat, dan berpotensi tertular virus mematikan ini. Hanya agama dan keluarga yang dapat dijadikan perisai utama dalam penanggulangan penyakit menular ini.

“Di Jawa Tengah terindikasi ada sekitar 20.000 pelajar melakukan penyimpangan sek,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Tengah Drs Zainal Arifin, Minggu (18/2/2018).

Dalam Rakor Forum Koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (FKKPA) se eks Karesidenan Kedu di pendapa rumah dinas bupati Purworejo Zainal Arifin menjelaskan, bahwa di tahun 2020 nanti di Jawa Tengah akan terjadi boming demografi. Manusia usia produktif sangat tinggi, dan tenaga kerja asing semakin meningkat. “Sekarang tercatat ada sekitar 500.000 tenaga kerja asing di Jawa Tengah,” tandasnya.

Sementara itu perilaku penyimpangan sek juga semakin membahayakan, seiring dengan meningkatnya industri pariwisata, juga pemandu tempat karaoke yang perlu mendapat pengawasan dan bimbingan.

Menurut Zainal Arifin, agama dan keluarga menjadi ketahanan utama dalam penanggulangan penularan penyakit HIV/AIDS. “Disamping lingkungan masyarakat agar selalu melakukan berbagai pembinaan dengan semangat gotong royong,” tandasnya.(Nar)

 

BERITA REKOMENDASI