‘Matahariku’ Gugah Semangat Sastrawan Muda

PURWOREJO, KRJOGJA.com – menulis dan menulis adalah menjadi bagian pelatihan sekaligus mengasah ketajaman batin para sastrawan muda atau mereka yang ingin menggeluti dunia sastra. Jatuh bangun menjadi hal biasa, dan pengakuan menjadi sebuah kekayaan budaya yang tiada ternilai harganya.

“Ini yang harus kita lakukan agar mampu menghasilkan karya terbaik. Seorang penulis jangan takut gagal. Berlatih dan terus berlatih,” kata Naning Scheid, seorang penyair yang datang jauh-jauh dari Belgia di Padepokan Seni Matahariku di Desa Bandung Kidul Kecamatan Bayan Kabupaten Purworejo, Jumat (12/7).

Kegiatan sastra yang sekaligus memperingati 10 tahun padepokan yang didirikan penyair Purworejo Thomas Haryanto Sukran ini dihadiri para penyair dan penggemar sastra muda Purworejo termasuk para pelajar, dan Budayawan Magelang Bambang.

“Naning Scheid rela datang ke sini hanya karena ingin berbagi ilmu,” tambah Thomas Haryanto Sukiran.

Di tempat ini mereka saling berbagi ilmu, terutama terkait dengan dunia sastra, yang diakui Naning Scheid yang rela melepas pekerjaannya demi fokus menulis novel.

Menulis menurut Naning Scheid, sekaligus mempu untuk membangkitkan semangat budaya leluhur. “Ini sekaligus cita-cita agar anak saya juga mencintai budaya Indonesia,” tambah Naning Scheid penyair kelahiran Semarang yang kini menetap di negara asal suaminya Belgia. (Nar)

 

BERITA REKOMENDASI