Material Proyek Harus Diuji Laboratorium, Sejumlah Rekanan Protes

Editor: KRjogja/Gus

KEBUMEN, KRJOGJA.com –  Mulai tahun anggaran 2018 semua material yang digunakan pada proyek jalan dan jembatan di Kebumen harus diuji laboratorium. Namun aturan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen tersebut ternyata menuai protes sebagian rekanan proyek-proyek tersebut.

" Mereka yang protes adalah para rekanan lama yang pada tahun-tahun lalu belum pernah menghadapi aturan seperti ini," ujar Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kebumen, Hanna Widiawati MT, di ruang kerjanya,Rabu (07/11/2018).

Menurut Hanna kualifikasi material pada proyek jalan dan jembatan seperti adonan semen, beton, aspal, batu dan lainnya harus sama dengan spek atau perencanaannya. Untuk itu, oleh DPUPR Kebumen sampel material akan diuji di laboratorium bangunan.

" Hasil uji laboratorium merupakan salah satu syarat untuk pencairan anggaran. Bila tak lulus uji tentunya anggaran tak bisa dicairkan. Aturan inilah yang belum bisa diterima oleh sejumlah rekanan," ujar Hanna.

Diterapkannya aturan uji laboratorium tersebut menurut Hanna merupakan salah satu langkah Pemkab Kebumen guna peningkatan kualitas proyek-proyek fisik di Kebumen.

" Pokoknya semua hal yang tertuang dalam perencanaan proyek dan kontrak kerja harus ditaati oleh rekanan. Saat ini kami harus ketat untuk penerapan prinsip ini," ujar Hanna.

Adapun laboratorium bangunan yang digunakan DPUPR Kebumen untuk pengujian adatiga laboratorium, semuanya di kota Yogyakarta. Diantaranya, laboratorium bangunan Universitas Gadjah Mada.

Dari  5 proyek jembatan dan 26 proyek jalan senilai Rp 115 miliar yang dikerjakandi tahun anggaran 2018, hingga Rabu (07/11/2018), baru 3 proyek yang dinyatakan lulusuji laboratorium dan mampu merampungkan semua tahapan dalam kontrak kerja.

" Kami targetkan 28 proyek lainnya terselesaikan pada 15 Desember 2018 mendatang,"ujar Hanna. (Dwi)

 

BERITA REKOMENDASI