Mau Geblek dan Dawet ‘Kraton Sejagat’?, Datang ke Pogung

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Heboh Kraton Ratu Sejagat (KAS) di Desa Pogung Juri Tengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, membawa berkah bagi masyarakat setempat. Warga menjadi pedagang dan penjaga parkir, bahkan ada yang menyewakan kuda untuk berfoto.

Uniknya, pada pedgaang ini memanfaatkan momen viralnya KAS untuk melariskan dagangannya. Ada pedagang geblek makanan khas Purworejo yang menyebut produknya dengan Anting-Anting Ratu Sejagat. "Geblek jualan saya dibuat seprerti cincin atau anting-anting, biar banyak yang beli, saya namakan saja Geblek Anting-Anting Ratu Sejagat," kata pedagang geblek warga Pogung Kalangan, Vita, kepada KRJOGJA.com, Rabu (22/1).

BACA JUGA :

25 Korban 'KAS' Lapor ke Polda Jateng

Duh.. Ratu Keraton Agung Sejagat Ternyata 'Rewel'

'Nama' baru itu diakui ikut melambungkan geblek dagangannya. Setiap hari ia mengaku mampu menjual hingga 35 kilogram geblek. Padahal kalau jualan pada hari biasa, ia hanya bisa menjual paling banyak 25 kilogram. Lain geblek, lain pula dawet. Jangan kaget jika ada yang menawari minuman dawet dengan narasi unik apabila berkunjung ke 'markas' KAS.

Pedagang dawet asal Desa Winong Kidul, Kecamatan Gebang, menjajakan dagangan yang ia namai Dawet Ayu Keraton Sejagat. "Ayo beli dawet Keraton Ayu Sejagat, minum dawetnya, panjang umur dan mimpinya nanti bisa tercapai," kata Munir mempromosikan dagangannya.

Munir mengaku sudah seminggu berjualan di kompleks KAS. Setiap hari, ia mampu menjual lebih dari seratus gelas dawet. Segelas dawet dijual Rp 5.000. "Lumayan mas hasilnya, sehari pasti lebih dari seratus gelas," ucapnya.

Ada pula pedagang yang rela tidak mengurus sawah gegara heboh KAS. Kardi pedagang minuman warga Desa Sangubanyu Kecamatan Grabag, sudah lima hari berjualan di sekitar KAS. "Saya tidak bisa ke sawah, jualan dulu ditemani istri, hasilnya lumayan. Kalau sawah sekarang sedang masa matun," terangnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI