Mbah Santoso Berharap Sembuh dan Punya Kaki Palsu

Editor: Agus Sigit

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Santoso (63) warga RT 02 RW 01 Desa Sumberejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo menderita penyakit gula. Bahkan kaki kirinya harus diamputasi sekitar tiga tahun lalu karena mengalami infeksi yang tidak tertangani dengan baik.
Pria lajang yang tinggal sebatang kara itu hanya bisa tergolek lemah di rumah sederhana warisan mendiang orang tuanya. Untuk kehidupan sehari-hari, Santoso dibantu beberapa kerabat dan dirawat keponakannya, Budi Satriono.

Santoso mengatakan, dirinya mulai sakit sejak sekitar tahun 90-an. “Dulu awal terasanya kalau untuk jalan jauh rasanya capai sekali, lalu tahun 1994 kaki kiri semakin mengecil,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Kamis (14/10).

Ketika itu Santoso tidak berani memeriksakan kakinya ke dokter karena keterbatasan biaya. Keluarga hanya menjalani pengobatan tradisional, namun tidak ada hasilnya. Santoso tidak bisa lagi bekerja sebagai penabuh musik pengiring kesenian Dolalak atau bertani di sawah.

Kaki kiri Santoso terkena infeksi kemudian membesar, kemudian dibawa ke rumah sakit sekitar sebulan lalu. “Ketika difoto rontgen, ternyata tulang ada yang pecah, sehingga dokter memutuskan kaki kiri diamputasi. Kalau sekarang, kaki kiri sudah enteng, tinggal yang kanan malah kaku karena lama tidak digerakkan,” terangnya.

Namun efek telalu lama berbaring di tempat tidur pun menyebabkan bagian pinggulnya terluka dan infeksi. “Pinggulnya di beberapa bagian, saya rawat sebisanya dengan anti septik. Saya rawat seperti perawat rumah sakit dulu mengobati lukanya,” ucapnya.
Mbah Santoso, lanjutnya, masih semangat untuk sembuh. Bahkan Santoso berharap bisa memperoleh bantuan kaki palsu. “Keinginan paman saya untuk sembuh sangat kuat, beliau ingin bisa beraktivitas dan mandirin sehingga tidak membebani orang lain,” paparnya.

BERITA REKOMENDASI