Meluas, DBD di Temanggung Capai 760 Kasus

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Temuan kasus demam berdarah dengue di Kabupaten Temanggung kian meningkat. Hingga Minggu ke 49 tercatat sedikitnya 760 orang penderita dengan kasus meninggal 5 orang.

Kepala Kasie Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Sukamsih, Sabtu (26/11/2016) mengatakan temuan kasus DBD teranyar di lingkungan Maron Temanggung, mengakibatkan enam warga terpaksa menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Lingkungan Maron juga ditetapkan sebagai KLB DBD.

"Sabtu pagi Dinas Kesehatan melakukan kegiatan bersih lingkungan dan pengasapan untuk berantas nyamuk aedes aegypti," katanya.

Dia mengatakan kegiatan itu meliputi sejumlah blok pemukiman termasuk di sisi jalan raya dan pos polisi lalu lintas yang ada di daerah itu. Juga dilakukan sosialisasi hidup sehat agar terjauh dari serangan nyamuk. " Lingkungan Maron akan diawasi Dinas Kesehatan hingga kasusnya benar-benar tidak ada kejangkitan," katanya.

Dia mengatakan hingga November 2016 jumlah kasus DBD capai 760 orang dengan 5 orang meninggal. Jumlah itu meningkat tajam dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar  394 kasus. Mereka yang meninggal sebenarnya mendapat perawatan rumah sakit, namun karena telah akut saat masuk perawatan dan ditambah komplikasi dengan sakit lainnya sehingga jiwanya tidak tertolong.

Dia menyampaikan peningkatan kasus penderita DBD tidak hanya di Temanggung, tetapi juga di daerah lain termasuk tetangga kabupaten seperti Kendal, bahkan banyak warga Weleri yang di dirawat di PKU Muhammadiyah Kalisat Temanggung. " Sedikit banyak adanya pasien yang dirawat ini akan menularkan pada warga setempat," katanya.

Sukamsih mengatakan dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung, setidak ada tujuh kecamatan yang menjadi daerah endemik DBD, yakni Kecamatan Kandangan, Pringsurat, Kranggan, Temanggung, Kedu, Ngadirejo dan Parakan. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI