Memperingati Hari Lahir Pancasila, Merawat Perbedaan dalam Kebhinekaan

Editor: Agus Sigit

MAGELANG, KRjogja.com – Badan Nasional  Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama  Panitia Pelangi Cinta Nusantara, Selasa  malam (31/5/2022) melaksanakan kegiatan  bertajuk “Merawat Perbedaan Dalam Bingkai Kebhinekaan”. acara tersebut berlangsung di GOR Tri Bhakti  Kota Magelang. Selain dimaksudkan untuk merawat kebhinekaan, acara tersebut dalam rangka menyambut peringatan hari kelahiran Pancasila, 1 Juni.

Turut hadir dan memberikan sambutan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid, sejumlah pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng dan DIY. Unsur forum pimpinan daerah setempat dan para pegiat seni di wilayah Magelang dan sekitarnya.

Pada kesempatan itu, juga dilangsungkan dialog penampilan sejumlah kesenian, seperti tari gambyong, musik tradisional, pembacaan puisi dan diakhiri dengan deklarasi damai. Kegiatan itu dikemas secara lesehan, sehingga peserta yang hadir terlihat membaur dan cair. Antara pejabat dan penonton, tidak ada jarak dan sebagian besar pengunjung acara tersebut adalah kalangan muda.

Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid dalam sambutannya mengatakan, Pancasila sebagai ideologi negara dan bangsa Indonesia harus terus dipertahankan. “Pancasila nyata-nyata sakti sudah berapa kali ada yang ingin menghilangkan atau mengganti Pancasila, namun tak pernah berhasil. Pancasila sebagai dasar negara harus terus abadi,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan kepada generasi muda dan bangsa Indonesia tentang adanya upaya-upaya untuk mengaburkan sejarah bangsa Indonesia, sehingga identitas bangsa menjadi hilang.Selain itu, pihaknya juga menyebutkan adanya orang-orang  yang ingin menhancurkan kesenian, kearifan lokal dan mengadu domba sesame anak bangsa serta membangun isu sara maupun intoleransi.

“Semua itu adalah bibit-bibit atau virus radikalisme yang nantinya mengarah kepada terorisme,” ucap Nurwakhid.

Untuk membendung permasalahan tersebut, Nurwakhid meminta generasi milenial atau anak muda harus militant, mampu membangun keharmonisan bangsa, cinta tanah air, berpancasila, mengedepankan toleransi, baik di dunia maya maupun di kehidupan nyata.

“Kita harus berani melawan hoax dan  jangan diam apalagi  menjadi silent majority. Kita harus militan mengalahkan mereka yang mengusung paham radikalisme, intoleransi dan ingin mengganti ideologi negara Pancasila,” tandasnya.

Pada bagian lain, Nurwakhid berpesan agar generasi milenial bijaksana dalam menggunakan media sosial dan penuh kehati-hatian. Jangan ikuti penceramah agama apapun yang ujung-ujungnya berisi ajakan untuk memecah belah bangsa. (Obi)

BERITA REKOMENDASI